SEMARANG, beritajateng.tv – Volume kendaraan di ruas jalan arteri nasional, Kabupaten Semarang, mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Sabtu, 5 April 2025 sore hingga malam ini, Hal ini merupakan dampak pemberlakuan one way lokal.
Adapun one way lokal tersebut penerapannya di ruas tol yang ada di wilayah Kabupaten Semarang dengan prioritas arus lalu lintas dari arah Solo menuju Kota Semarang.
Sebelumnya, one way lokal diskresi kepolisian diberlakukan dari simpang susun Tingkir KM 459 hingga gerbang tol (GT) Banyumanik KM 419, mulai Sabtu pukul 14.26 WIB.
Kebijakan ini berlangsung setelah kebangkitan arus lalu lintas dalam tol, baik yang datang dari arah Jawa Timur maupun arah Solo, terus berlanjut sejak pagi hingga siang hari.
BACA JUGA: 63 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jateng, Masih Ada 5 Ribu dari Arus Mudik
Sehingga dengan kebijakan one way lokal di ruas tol ini, arus lalu lintas yang akan menuju ke arah Solo harus di alihkan ke ruas jalan arteri nasional, di wilayah Kabupaten Semarang.
Hingga pukul 21.00 WIB, arus lalu lintas dari kedua arah mengalami lonjakan dan terpantau padat merayap sepanjang 12 kilometer. Yakni mulai dari Ungaran hingga simpang Bawen.
Salah seorang pengguna jalan, Mardianto (41) mengaku, akibat lalu lintas padat merayap dari arah Kota Semarang. Ia harus beristirahat terlebih dahulu di SPBU 44.505. 03 Lemahabang, Bergas.
Ia mengaku sudah terjebak arus lalu lintas yang padat merayap sejak dari wilayah Weleri, Kabupaten Kendal. “Tadi dari Batang dan sudah padat sejak dari Weleri, sampai sini (Bergas) kecapaian,” ungkapnya.
BACA JUGA: Lonjakan Kendaraan Arus Balik Terjadi di Tol Semarang-Solo, Tak Ada Kemacetan
Terkait lonjakan volume kendaraan di jalan arteri nasional ini, Mardianto mengaku bisa memaklumi. Terlebih one way masih berlangsung di ruas jalan tol.
Sehingga perjalanan dari Weleri hingga Bergas, Kabupaten Semarang harus ditempuhnya dalam waktu lebih dari empat jam.
“Namanya juga lebaran, wajar lalu lintasnya ramai dan padat,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





