Operator Trans Semarang Koridor 4 Berhenti Beroperasi Akibat Permasalahan Pembayaran

Jajaran Manajemen PT Matrasemar Operator BRT Trans Semarang Koridor 4 menunjukkan bukti rekening koran pembayaran.

SEMARANG, 21/5 (BeritaJateng.tv) – Persoalan pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kepada operator Trans Semarang PT Matrasemar membuat layanan operasional bus Trans Semarang koridor 4 rute Terminal Cangkiran-Stasiun Tawang mengalami kendala hingga berhenti beroperasi.

Akibatnya, PT Matrasemar kemudian menghentikan layanan operasional armada koridor 4 sejak akhir April 2022 atau menjelang lebaran.

Direktur Utama PT Matrasemar, Maryanto menjelaskan dirinya saat ditunjuk oleh pemilik saham menjadi direktur baru menggantikan pejabat lama, sudah semaksimal mungkin untuk bisa memperbaiki kondisi manajemen terdahulu yang sudah ada, namun dengan masih adanya permasalahan tersebut sehingga dalam berjalannya hanya bisa melayani hingga Maret.

“Pelayanan kami dari Desember hingga Maret tidak ada pencairan, baru ada pencairan pada 7 April. Sehingga selama 4 bulan ini membuat cash flow keuangan perusahaan tidak balance. Padahal dalam 4 bulan tersebut butuh pengeluaran untuk operasional bus sekitar Rp 900 juta. Selama ini biaya operasional tersebut kami talangi dulu secara swadaya,” ujarnya.

Padahal untuk melaksanakan operasional pelayanan tiap bulannya butuh biaya sekitar Rp 350 juta. “Kami punya 24-25 bus yang butuh BBM, termasuk untuk memenuhi hak para driver, karyawan admin, mekanik dan kebersihan yang bekerja,” ungkapnya.

Kondisi ini sehingga membuat pelayanan, terutama koridor 4 makin berat. Padahal pihaknya dituntut untuk melakukan pelayanan transportasi massal secara optimal.

“Dengan berat hati, mulai Mei, operasional terhenti. Dan akan berimbas pada 68 orang karyawan yang bekerja di perusahaan,” katanya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.