SEMARANG, beritajateng.tv – Anak perempuan berusia 2,5 tahun ditemukan warga bermain sendirian di sebuah toko modern yang berada di tepi jalan raya utama Semarang- Solo di Desa Tuntang, Sabtu pagi, 24 Oktober 2026.
Dugaannya balita itu lepas dari pengawasan, saat orang tuanya sibuk membantu tetangga yang sedang menggelar hajatan. Balita tersebut berasal dari Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang lepas dari pengawasan.
Selain berada di tepi jalur yang lalu lintasnya ramai, lokasi tempat balita tersebut ditemukan juga lumayan jauh dari rumahnya. Bahkan juga jauh dari tempat kedua orang tuannya beraktivitas membantu hajatan tetangga.
Beruntung tidak terjadi musibah atau sesuatu hal yang tidak diinginkan pada balita tersebut. Karena ditemukan oleh warga yang langsung melaporkan kejadian tersebur ke kepolisian setempat.
BACA JUGA: 33 Ribu Balita di Jawa Tengah Alami Pneumonia, Debu kian Memperparah
Peristiwa tersebut Kapolsek Tuntang, Kabupaten Semarang, Kompol Pri Handayani, sampaikan kepada awak media.
“Awalnya ada seorang pengunjung toko modern yang sedang beristirahat dan mengetahui keberadaan balita tersebut,” katanya, Sabtu petang, 24 Oktober 2026.
Kronologi Peristiwa
Pri handayani mengatakan, aparat kepolisian juga sempat mengalami kesulitan untuk bisa mengidentifikasi atau mengetahui siapa kedua orang tua dari balita perempuan itu. Oleh karena minim petunjuk.
Khawatir dengan kondisi anak tersebut, kata Pri Handayani, pengunjung bernama Kunoto tersebut segera melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Tuntang yang berlokasi tidak jauh.
Laporan tersebut langsung ada tindak lanjut dari Kanit Provos, Aiptu Joko Nurwarsito yang segera mendatangi lokasi untuk memastikan laporan sekaligus melihat kondisi balita tersebut.
BACA JUGA: Alfamart dan Cussons Baby Gelar Posyandu di 28 Kota, Sasar 2.800 Ibu dan Balita Sepanjang Juli
Anggota Polsek Tuntang kemudian melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV yang ada di toko modern tersebut. Selain itu menggali informasi lebih dalam dari warga di sekitar.
Selanjutnya petugas Polsek Tuntang juga membawa balita tersebut ke Mapolsek Tuntang untuk mendapatkan pendampingan sementara sembari menggali info terkait keluarganya.
Polisi akhirnya mendapatkan titik terang mengenai identitas dan keberadaan orang tua balita tersebut. Ternyata juga merupakan warga dusun setempat.
kedua orang tua balita tersebut mengaku sedang membantu tetangga yang menggelar hajatan. Sang ibu sempat mengira anaknya telah bersama suaminya pulang ke rumah.
“Namun, ternyata sang ayah juga tidak sedang bersama anaknya tersebut. Karena mengira masih ikut ibunya, hingga akhirnya menjemput di kantor polisi,” kata Pri Handayani.
BACA JUGA: 33 Ribu Balita di Jawa Tengah Alami Pneumonia, Debu kian Memperparah
Aparat kepolisian mengimbau para orang tua tidak lengah atau lalai saat membawa putra- putrinya yang masih balita. Pastikan anak tetap dalam pengawasan dan jangkauan orang tua.
“Sesibuk apapun orang tua, anak jangan sampai lupa apalagi abai. Anak- anak harus betul- betul aman dan tidak lepas dari pengawasan dan jangkauan orang tua,” ucap Pri Handayani. (*)
Editor: Diaz A Abidin





