SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkap sejumlah industri padat karya di Vietnam berpotensi merelokasi investasinya ke Jawa Tengah.
Peluang tersebut muncul setelah Vietnam ԁinilai mulai mengalami kepadatan kawasan industri, sementara Indonesia masih memiliki daya saing dari sisi tarif ekspor maupun ketersediaan lahan.
Luthfi mengatakan, Jawa Tengah kini menjadi salah satu provinsi yang paling ԁiminati investor, termasuk untuk pengembangan industri padat karya.
Pernyataan itu ia sampaikan usai menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 1 Juli 2026.
“Hari ini kami kedatangan dari DPR RI terkait Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. Yang kita butuhkan adalah bagaimana lewat DPR RI kita mampu berkomunikasi dengan luar negeri maupun PMA yang lebih mudah, antarnegara, business to business dan lain sebagainya,” ujar Luthfi.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Pemprov Jawa Tengah juga memaparkan berbagai potensi daerah yang dapat menarik minat investor asing.
“Kemudian yang kedua, kita sampaikan terkait dengan potensi Jawa Tengah. Di Jawa Tengah sekarang ini adalah salah satu provinsi yang sangat menarik hati untuk ԁilakukan suatu investasi,” katanya.
Menurut Luthfi, berbagai indikator menunjukkan Jawa Tengah kini menjadi tujuan baru investasi nasional. “Karena dari berbagai sudut, tujuan investasi sekarang adalah Jawa Tengah karena hub-nya di Jawa Tengah,” imbuhnya.
Investor Singapura Siap Boyong Industri Vietnam ke Jawa Tengah
Luthfi mengungkap, peluang relokasi industri tersebut merupakan hasil komunikasi yang telah ia lakukan dengan pemerintah pusat maupun investor luar negeri.
Ia mengatakan, berdasarkan pembahasan bersama Kementerian PPN/Bappenas, kawasan industri padat karya ke depan akan ԁipusatkan di Jawa Tengah agar mampu bersaing dengan Vietnam yang mulai mengalami keterbatasan kapasitas.





