Jateng

Pakar Lingkungan SCU: Energi Matahari Minim Dampak Ketimbang Geothermal, Tapi Izin Panel Surya Sulit

×

Pakar Lingkungan SCU: Energi Matahari Minim Dampak Ketimbang Geothermal, Tapi Izin Panel Surya Sulit

Sebarkan artikel ini
Pakar Lingkungan SCU Hotmauli Sidabalok soroti proyek geothermal
Akademisi Ilmu Lingkungan Soegijapranata Catholic University (SCU), Hotmauli Sidabalok atau Uli, usai menghadiri diskusi bertajuk “Belajar Geothermal dan Mengapa Warga Khawatir” yang berlangsung di Collabox Creative Hub, Rabu, 23 September 2026 malam. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Maka menurut saya, carilah energi terbarukan itu yang minim dampak. Itu tadi yang saya bilang, misalnya seperti matahari,” katanya.

BACA JUGA: Soroti Proyek Geothermal, Pakar Lingkungan SCU Beberkan Dampak Lingkungan di Permukiman Padat Penduduk

Selain matahari, Uli juga menyinggung potensi energi angin. Meski intensitasnya tidak merata, ia menilai sumber energi ini tetap layak untuk dikaji.

“Karena angin, menurut para ahli, kekuatannya itu enggak sama. Jadi di beberapa tempat itu kekuatannya enggak sama. Tapi menurut saya, kalau diteliti, ya mungkin saja, gitu,” ujarnya.

Di sisi lain, Uli memahami alasan di balik kuatnya dorongan proyek geotermal saat ini. Hal tersebut tidak lepas dari tingginya ketergantungan pada batu bara dan besarnya cadangan panas bumi yang dimiliki Indonesia.

“Karena dia bisa menggantikan fosil, fuel yang dari minyak bumi sama batu bara. Kan listrik kita hampir 80% masih dari batu bara listrik kita. Jadi ya, ini kan menyebabkan pencemaran terus, eksploitasi bumi. Maka kemudian mereka harapkan pakai geotermal, karena kita Indonesia memang nomor dua setelah Amerika. Sumber daya panas buminya tertinggi, gitu,” tandas Uli. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp