Politik

Panaskan Mesin Politik 2029 Lewat Silaturahmi Ulama-Rakyat, PKB Jateng: Partai Lain Fokus Dapil-Logistik

×

Panaskan Mesin Politik 2029 Lewat Silaturahmi Ulama-Rakyat, PKB Jateng: Partai Lain Fokus Dapil-Logistik

Sebarkan artikel ini
PKB 2029
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, dalam Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) DPW PKB Jawa Tengah bertajuk Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masura) sebagai Penjaga Ideologi Partai di Hotel Patra, Kota Semarang, Minggu, 10 Mei 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029.

Berbeda dengan partai politik lain yang fokus menghitung kekuatan daerah pemilihan (dapil), logistik, hingga figur calon legislatif, PKB Jawa Tengah justru menekankan penguatan ideologi dan spiritualitas kader sebagai fondasi utama menghadapi kontestasi politik mendatang.

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) DPW PKB Jawa Tengah bertajuk Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masura) sebagai Penjaga Ideologi Partai di Hotel Patra, Kota Semarang, Minggu, 10 Mei 2026 sore.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, mengatakan pembentukan Masura menjadi salah satu upaya partainya untuk kembali merekatkan hubungan antara ulama, masyarakat, dan kader partai di tengah iklim politik yang menurutnya semakin pragmatis.

Dalam sambutannya, Sarif mengaku sempat berbincang dengan sejumlah kader partai lain yang mulai mempersiapkan strategi menuju Pemilu 2029. Dari perbincangan tersebut, Sarif melihat mayoritas partai mulai fokus menghitung peta dapil, logistik politik, hingga figur calon yang akan bertarung.

BACA JUGA: Usul Pemekaran Sejak 1957, APPKB: Warga Brebes Selatan ke Pusat Kota Butuh 3 Jam, Mirip Semarang-Jogja

“Semua sudah mikir tiga hal. Pertama dapil, kedua logistik, ketiga calegnya. Tapi ada satu hal yang kurang dalam momentum kita menata dapil, menata leader petarung, membuat strategi jaringan agar pertarungan menang,” ujar Sarif dalam sambutannya.

Namun, menurutnya ada satu hal mendasar yang perlahan mulai hilang dalam politik, yakni ideologi dan spiritualitas. “Satu hal yang sering kita lupakan itu ideologi dan spiritualitas. Itu yang selama ini mulai hilang di partai kita,” lanjutnya.

Sarif menilai, hilangnya ideologi dan spiritualitas dalam politik turut mendorong praktik money politics atau politik uang yang semakin tidak terkendali dari tahun ke tahun. Ia menggambarkan bagaimana nilai transaksi politik terus meningkat setiap momentum pemilu berlangsung.

“Sehingga apa? Banyak kejadian, mohon maaf, money politic di mana-mana. Yang tadinya Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu, yang Rp100 ribu jadi Rp150 ribu, yang Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu. Betul, enggak?” katanya.

Pilar Politik Nahdliyin, PKB Jaga Fondasi NKRI

Dalam hematnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kemenangan politik tak bisa semata-mata bertumpu pada kekuatan uang maupun strategi elektoral. Ia menegaskan, PKB lahir dari rahim politik Nahdliyin yang selama ini menjadi salah satu penyangga utama bangsa.

Oleh sebab itu, tutur Sarif, menjaga PKB bukan hanya soal menjaga partai politik, tetapi juga menjaga fondasi kebangsaan.

“PKB adalah pilar dari politik Nahdliyin dan politik Nahdliyin adalah pilar berdirinya NKRI. Selama PKB ada, maka NKRI akan terus berdiri,” tegasnya.

Sarif yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah itu menekankan bahwa kader PKB tak boleh cuma berbicara soal kemenangan politik maupun kekuasaan semata.

BACA JUGA: Peta Kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang Mengerucut, Nama Wabup Hj Nur Arifah Masuk Bursa

Menurutnya, kader PKB harus membawa semangat peradaban yang lahir dari perjuangan para ulama dan pesantren.

“Boleh yang lain bicara kemenangan, boleh yang lain bicara kekuasaan, tapi kader PKB bicara apa? Bicara peradaban, bahwa bangsa ini lahir dari nenek moyang kita, bangsa ini lahir dari kiai-kiai kita. Maka kita jaga bersama-sama dengan ikhtiar kita dan pengabdian kita di Partai Kebangkitan Bangsa,” sambungnya.

Ia meminta kader PKB Jawa Tengah yang hadir dalam Muspimwil itu tidak boleh minder menghadapi partai lain meski tidak memiliki kekuatan logistik besar.

“Kalau ada kader PKB walaupun enggak punya duit kok ora pede ngadepi partai liyo, itu namanya pengecut. Enggak usah takut,” tegas Sarif.

Sarif Sebut Mbah Munif Zuhri Siap Turun Gunung untuk Menangkan PKB di 2029

Dalam sambutannya, Sarif juga menyinggung peran besar para ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dalam sejarah berdirinya PKB pada 1999 silam. Ia mengatakan, kekuatan utama PKB sejak awal bukan terletak pada elite politik maupun kekuatan uang, namun doa dan perjuangan para kiai.

Sarif mengaku sempat mendapat pesan langsung dari ulama sepuh KH Munif Zuhri saat bersilaturahmi pada momentum Lebaran lalu. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, K.H. Munif Zuhri meminta seluruh kader PKB kembali merekatkan hubungan dengan para ulama.

“Mbah Munif mengingatkan kita saat sowan pada Lebaran. ‘Nyuwun tulung, kita kuatkan kembali, kita rekatkan kembali para kiai kita, kita sowani kembali. Dawuhe nopo Kiai? Apa yang bisa kita lakukan? Kulo nyuwun doane para Kiai,’” kata Sarif.

K.H. Munif Zuhri, kata Sarif, bahkan menyatakan siap kembali turun membantu perjuangan PKB menjelang kontestasi politik mendatang.

BACA JUGA: Daftar Kandidat Ketua DPC PKB Semarang Mengerucut, Ini Nama-Namanya

“Sesuk Mas, bismillah aku meh mlaku-mlaku maneh. Bismillah aku meh siap muter maneh,” ujar Sarif menirukan pesan K.H. Munif Zuhri.

Sarif mengaku ucapan tersebut langsung mengingatkannya pada perjuangan para ulama saat membesarkan PKB pada awal reformasi 1999 silam.

“Saat 1999 partai ini yang menggendong itu siapa? Bukan saya, bukan Sarif, bukan Pak Sukirman. Dan bukan jenengan semua yang sekarang jadi ketua DPRD, bupati, wakil bupati, tapi beliau para kiai-kiai, para sesepuh yang berdoa dengan tetesan air mata sehingga PKB 1999 berdiri sampai sekarang,” tutur Sarif.

PKB Jateng Mulai Seleksi Ketua DPC untuk Masa Bakti 2026-2031

Selain mengukuhkan Masura, Muspimwil PKB Jawa Tengah juga menjadi momentum penandatanganan komitmen calon ketua DPC PKB se-Jawa Tengah untuk masa bakti 2026-2031.

Sarif mengatakan, proses konsolidasi internal partai mulai berjalan melalui tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon ketua DPC. Menurutnya, antusiasme kader dalam proses penjaringan tersebut cukup tinggi.

“Dari total 250 calon ketua DPC yang mendaftar dan terdaftar di DPW, total ada 205 yang mengikuti UKK tahap pertama,” ungkap Sarif.

BACA JUGA: PKB Semarang Gunakan Skema Baru Pemilihan Ketua DPC, Kandidat Disaring Ketat oleh DPP

Sarif menyebut, tahapan UKK kedua akan mulai berlangsung pada Senin mendatang. Ia berharap seluruh peserta mendapat keberkahan serta mampu menghadapi berbagai tantangan dalam proses seleksi tersebut.

Adapun para peserta nantinya akan menghadapi berbagai pertanyaan strategis dari narasumber maupun konsultan partai yang harus ԁijawab secara presisi.

“Nyuwun ԁidongakaken mugi-mugi rencang-rencang semua ԁipenuhi kecerdasan dan atraksi pikiran yang lebih dari yang lain, karena informasinya akan banyak pertanyaan yang sulit-sulit yang harus ԁijawab dengan presisi dan pasti,” tandas Sarif. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp