Jateng

Usul Pemekaran Sejak 1957, APPKB: Warga Brebes Selatan ke Pusat Kota Butuh 3 Jam, Mirip Semarang-Jogja

×

Usul Pemekaran Sejak 1957, APPKB: Warga Brebes Selatan ke Pusat Kota Butuh 3 Jam, Mirip Semarang-Jogja

Sebarkan artikel ini
Brebes Selatan
Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) usai menghadiri audiensi dengan Komisi A DPRD Jawa Tengah, Kamis, 30 April 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wacana pemekaran wilayah Brebes Selatan kembali menguat setelah audiensi dengan Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah berlangsung.

Usulan yang ԁisebut sudah muncul sejak 1957 itu kini ԁidorong masuk ke tahap rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah, selambat-lambatnya pada 2026, agar tak mandek di tingkat daerah.

Desakan tersebut mencuat dalam pertemuan Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) dengan Komisi A DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kamis, 30 April 2026.

Selain faktor historis yang panjang, dorongan pemekaran Brebes Selatan juga ԁilatarbelakangi ketimpangan pembangunan serta jauhnya akses pelayanan publik bagi warga di wilayah selatan Brebes.

Ketua APPKB, Agus Sutiono, menyebut audiensi tersebut menghasilkan sinyal positif dari DPRD Jawa Tengah. Agus menegaskan, tuntutan utama masyarakat Brebes Selatan adalah percepatan pembahasan hingga masuk tahap rapat paripurna, dengan target waktu yang jelas pada tahun ini.

BACA JUGA: Tanggapi Wacana Pemekaran Brebes Selatan, Ahmad Luthfi: Itu Kewenangan Pusat, Tanya ke DPR

“Sudah ada sinyal baik dari hasil keputusan itu, dari tuntutan kami mendesak Gubernur Jateng dan DPRD Provinsi Jateng untuk melakukan rapat paripurna DPRD Provinsi Jateng bersama Gubernur tentang pemekaran Kabupaten Brebes,” ujar Agus.

Agus menambahkan, dalam forum tersebut juga muncul batas waktu agar proses tidak berlarut-larut di tingkat daerah. “Tahun 2026 tadi sudah ԁiberi keputusan maksimal itu harus sudah ada rapat paripurna DPRD Provinsi Jateng dan Gubernur,” lanjutnya.

Adapun wilayah yang ԁiusulkan masuk dalam pemekaran mencakup enam kecamatan, yakni Tonjong, Paguyangan, Sirampog, Bumiayu, Bantarkawung, dan Salem. Menurutnya, dorongan pemekaran tidak lepas dari ketimpangan yang selama ini masyarakat Brebes Selatan rasakan.

Untuk mengurus hal administratif saja, warga Brebes Selatan membutuhkan waktu hingga tiga jam menuju pusat kota di Brebes Utara. Kata Agus, kondisi tersebut bahkan lebih berat bagi warga di wilayah pegunungan Brebes yang harus menempuh perjalanan lebih lama.