Pancasila Hadapi Tantangan Berat di Era Digital

Para narasumber dalam Sosialisasi Non Perda "Pancasila di Era Digital" yang digelat di aula Kantor Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (28/5/2022). (wahyu/beritajateng.tv)

SEMARANG, 29/5 (beritajateng.tv) – Pancasila menjadi dasar negara dan jatidiri bangsa. Namun di era digital, Pancasila mendapat banyak tantangan. Terutama dari banyaknya berita hoaks dan munculnya paham lain yang ingin menggantikan Pancasila.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, banyak berita hoaks yang dapat mengancam jati diri bangsa. Karenanya, masyarakat harus bisa cermat dan bijak menggunakan sosial media. Yaitu dengan pedoman saring sebelum sharing.

“Salah satu cara mempertahankan nilai kebhinekaan dan menjaga kerukunan adalah dengan mengisi platform kita dengan toleransi, kerukunan, dan menghargai budaya ataupun agama orang lain,” ujar Bambang Kusriyanto yang hadir secara daring dalam Sosialisasi Non Perda “Pancasila di Era Digital” yang digelat di aula Kantor Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (28/5/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening yang menjadi narasumber menjelaskan, ada kecenderungan ideologi Pancasila mendapatkan serangan dari bangsa sendiri yang ingin memasukkan ideologi atau paham baru dari luar. Dari situlah, muncul gerakan radikalisme dan intoleransi yang menganggap kaumnya masing-masing paling baik dan benar.

“Menganggapi fenomena itu kita jangan diam saja. Kita harus peduli karena nanti dampaknya akan sampai ke anak cucu kita. Kita harus kembali menanamkan nilai kerukunan dan menghargai budaya dan agama lain,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang, Agus Rujianto menambahkan mengenai silsilah Pancasila dan kepentingannya dalam membangun negara Indonesia.

“Pancasila adalah gotong royong yang menjadi satu pondasi pokok berdirinya negara Indonesia dan diawali dengan Bhinneka Tunggal Ika. Hebatnya Pancasila karena diawali dengan semangat gotong royong dan persatuan. Untuk itu, persatuan harus kita jaga bersama,” tegas Agus

Sementara, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Semarang Petrus Triyono mengangkat materi mengenai generasi muda dan era digital. Menurut dia, selain narkoba yang menjadi ancaman untuk generasi muda, terorisme dan radikalisme juga mengintai di sekitar kita.

“Sehingga harus selalu ditanamkan Nilai Pancasila dalam jiwa. Ini dapat dimulai dari lingkaran keluarga dan orang terdekat,” ungkapnya.

Dia mengajak semua pihak untuk menanamkan nilai Pancasila dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

“Karena itu, peningkatan nilai Pancasila, pengembangan nilai karakter, dan wawasan kebangsaan harus ditanamkan kepada anak-anak kita,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.