Jateng

PDAM Semarang Target 10 Ribu Sambungan Baru, Gandeng Bank Jateng Syariah Hadirkan Skema Angsuran

×

PDAM Semarang Target 10 Ribu Sambungan Baru, Gandeng Bank Jateng Syariah Hadirkan Skema Angsuran

Sebarkan artikel ini
PDAM Semarang Target 10 Ribu Sambungan Baru, Gandeng Bank Jateng Syariah Hadirkan Skema Angsuran
Penandatanganan Kerja Sama PDAM Semarang dengan Bank Jateng Syariah. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Bank Jateng Syariah untuk memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.

Melalui kerja sama ini, calon pelanggan dapat memasang sambungan baru dengan skema cicilan hingga 10 tahun, sehingga biaya pemasangan menjadi lebih ringan.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bank Jateng Syariah dengan PDAM Tirta Moedal Semarang.

Kolaborasi ini tidak hanya mencakup fasilitas pembiayaan sambungan rumah, tetapi juga dukungan pembiayaan pengembangan infrastruktur jaringan air bersih serta layanan keuangan bagi karyawan PDAM.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang, Adi Setiawan, mengatakan kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antarbadan usaha milik daerah (BUMD) untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya penyediaan air minum bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi implementasi sinergi sesama BUMD. Selain memperkuat transaksi keuangan dan pembiayaan, kerja sama ini juga mendukung peningkatan cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA: Tak Hanya Air Bersih, PDAM dan RSUP Dr. Kariadi Siapkan Kerja Sama Strategis Lintas Layanan

Menurut mas Wawan, sapaan akrabnya, salah satu program unggulan dalam kerja sama tersebut adalah fasilitas cicilan pemasangan sambungan baru PDAM. Program ini bertujuan membuka akses air bersih bagi masyarakat, termasuk kelompok berpenghasilan rendah.

“Biaya sambungan baru sekitar Rp2 jutaan nantinya bisa masyarakat angsur hingga 10 tahun. Jadi masyarakat tidak perlu membayar sekaligus. Dengan angsuran yang sangat ringan, akses air bersih akan semakin mudah mereka jangkau,” katanya.

Ia menjelaskan, pelanggan cukup membawa kartu identitas saat mengajukan permohonan sambungan baru. Setelah proses survei dan pemasangan selesai, cicilan akan mereka bayarkan bersamaan dengan tagihan pemakaian air setiap bulan.

“Setelah sambungan terpasang, pelanggan cukup membayar angsuran bersamaan dengan rekening air bulanan. Ini menjadi terobosan agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati layanan air bersih,” jelas Adi.

Program tersebut rencananya akan mulai sosialisasi pada September 2026. PDAM Tirta Moedal menargetkan penambahan sekitar 10.000 sambungan rumah baru setiap tahun melalui skema pembiayaan tersebut.

“Kami berharap masyarakat memanfaatkan program ini. Target kami ada 10 ribu sambungan baru setiap tahun, dan kerja sama ini harapannya dapat membantu mencapainya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Bisnis Syariah Bank Jateng Syariah, Ludri Ambar Wiyatni, menyambut baik kerja sama tersebut.

Menurutnya, sinergi ini diharapkan memberikan manfaat bagi PDAM, karyawan, maupun masyarakat luas.

“Kami berharap kerja sama ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kedua belah pihak. Kami siap mendukung pembiayaan pengembangan jaringan PDAM, pembiayaan sambungan baru pelanggan, hingga berbagai fasilitas keuangan bagi karyawan,” ujar Ludri.

Selain pembiayaan sambungan rumah, Bank Jateng Syariah juga membuka peluang kerja sama di bidang investasi pengembangan jaringan air bersih.

Tak hanya itu, tersedia pula berbagai produk pembiayaan syariah bagi pegawai PDAM, seperti pembiayaan multiguna, perumahan, hingga haji dan emas. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp