SEMARANG, beritajateng.tv – Liburan di Semarang tak lengkap jika belum coba kulineran. Tirta Lie, kurator kuliner Indonesia, ternyata memiliki tempat khusus di hatinya untuk kuliner lokal Semarang.
Dalam perbincangan santai di sela festival, Tirta Lie tak ragu membagikan daftar makanan favorit versinya selama berkunjung ke Kota Atlas.
“Semarang itu sebenarnya surganya makanan enak, baik yang halal maupun non-halal,” ujarnya kepada beritajateng.tv di Atrium Tentrem Mall pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Tirta Lie menyebut bahwa setiap kali mampir ke Semarang, ia selalu menyempatkan diri untuk mencicipi beberapa tempat yang menurutnya pantas masuk daftar wajib coba.
BACA JUGA: Eksplorasi Rasa Kuliner di Tirta Lie Bakmi Festival, Hadirkan 30 Tenant Dari Penjuru Nusantara
Dari makanan emperan hingga restoran, berikut rekomendasi kuliner halal dan non-halal Semarang yang telah mendapatkan ‘Tirta Lie Approved’.
Kuliner non-halal
1. Bakmi Babah Liem di Tentrem Mall
Ia menyebut tempat ini sebagai salah satu non-halal terbaik di Semarang. Sebagai seorang kurator kuliner, Tirta Lie menjadikan bakmi ini sebagai favoritnya karena rasa yang tidak diragukan lagi.
“Pemiliknya chef dari Malaysia. Dia sangat perfeksionis dalam rasa. Saya selalu kagum sama sajian dia,” jelasnya.
2. Bakmi Hapkie Jagalan dan Mie Siang Kie Gang Lombok
Dua nama bakmi legendaris Semarang ini juga termasuk dalam daftar kesukaan Tirta Lie.“Bakmi Hapkie, Siang Kie, saya suka banget,” katanya singkat namun mantap.
Kuliner halal
1. Gudeg Abimanyu Bu Lasmi
Tirta Lie mengaku sering mencicipi gudeg tersebut saat berkunjung ke Semarang. “Saya suka banget gudeg di sini. Rasanya khas dan selalu konsisten,” kata Tirta menyebut salah satu tempat makan favoritnya yang halal.
2. Pecel Emperan di Jalan Depan Hotel Chanti Gajahmada
Meskipun bukan penyuka sayur, Tirta Lie mengaku sangat menggemari pecel di emperan seberang Hotel Chanti. Namun, sayangnya ia tidak mengingat nama kedai pecel tersebut.
“Saya enggak tahu namanya, tapi itu pecel paling enak menurut saya. Sederhana, tapi ngangenin,” ujarnya.
3. Sate Madura pinggir Jalan Gajahmada
Masih di kawasan yang sama, ia juga mengungkap kesukaannya pada penjual sate Madura yang kerap mangkal berdekatan dengan penjual pecel tadi.
Menutup daftar, Tirta Lie tak lupa menyebut dua ikon kuliner Semarang, lunpia dan bandeng presto Juwana.
“Lunpianya pasti dan jangan lupa Bandeng Juwana itu nomor satu,” pungkasnya.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Kuliner Malam Semarang yang Enak dan Affordable, Wajib Coba untuk Pecinta Street Food
Dengan pengalamannya mencicipi ribuan jenis bakmi dan makanan dari berbagai kota, rekomendasi dari Tirta Lie tentu tak main-main.
Pecinta kuliner yang berkunjung ke Semarang bisa menjadikan daftar ini sebagai rujukan, dari yang legendaris hingga yang tersembunyi di emperan jalan. (*)
Editor: Farah Nazila





