Jateng

Pelajar Tingkat SMA Perhatikan! Kini ke Sekolah Dilarang Naik Motor Knalpot Brong, Bisa Begini Kalau Ngeyel

×

Pelajar Tingkat SMA Perhatikan! Kini ke Sekolah Dilarang Naik Motor Knalpot Brong, Bisa Begini Kalau Ngeyel

Sebarkan artikel ini
Polda Nataru | knalpot brong
Ilustrasi motor. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya sosialisasi larangan penggunaan knalpot brong terus Polsek Semarang Utara galakkan. Beberapa waktu yang lalu pihaknya melakukan kunjungan ke SMA 14 Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pembinaan dan Sosialisasi Etika Berlalu lintas.

Kompol Supriyanto selaku Kapolsek Semarang Utara menjelaskan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah preventif, khususnya untuk kalangan pelajar.

Menurutnya, pembelajaran awal tentang tata tertib berlalu lintas, termasuk larangan penggunaan knalpot brong yang tidak standar menjadi penting untuk membentuk perilaku beretika di jalan.

Dalam serangkaian kegiatan tersebut, Kapolsek mengimbau kepada para pelajar agar selalu mematuhi peraturan tata tertib lalu lintas dan menghindari penggunaan knalpot brong.

BACA JUGA: Deklarasi Jateng Zero Knalpot Brong, Polda Bakal Panggil Penyelenggara Kampanye Bila Kejadian Terulang

“Knalpot standar asli dari pabrik lebih baik. Ini demi ketertiban lalu lintas dan umum, terutama menjelang tahapan kampanye terbuka Pemilu 2024 yang akan segera mulai,” ujar Supriyanto.

Lebih lanjut, Kapolsek Semarang Utara menyampaikan bahwa para pelajar memiliki risiko yang lebih tinggi, itulah sebabnya pihak kepolisian berupaya melakukan sosialisasi secara rutin di sekolah-sekolah.

“Harapannya, adik-adik pelajar di SMA 14 Semarang ini dapat menjadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas,” imbuhnya.

Selain sosialisasi, Supriyanto menekankan bahwa pihaknya juga akan melanjutkan penertiban dan penindakan dengan memberlakukan sanksi denda terhadap pengguna knalpot bising.

BACA JUGA: Dinas Pendidikan Jateng Edarkan Larangan Knalpot Brong di Sekolah, Ini Sanksinya Jika Melanggar

Hal tersebut bertujuan untuk menjaga ketertiban umum, mengingat suara bising dari knalpot brong dapat mengganggu lingkungan dan menimbulkan gesekan antar pengguna jalan.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jateng juga bersiap memberikan sanksi kepada siswa yang tetap membawa kendaraan berknalpot brong ke sekolah.

“Kami akan menggembok kendaraan mereka dan orang tua harus mengambilnya setelah kami beri edukasi,” tandas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Uswatun Hasanah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp