Pelaku UMKM Perlu Sesuaikan Diri dengan Digitalisasi

Para narasumber Sosialisasi Non Perda "Bisnis di Era Digital" yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

SEMARANG, 4/10 (beritajateng.tv).- Berkembangnya digitalisasi berimbas pada model pemasaran dan transaksi ekonomi. Hal ini yang perlu disadari para pelaku UMKM. Para pelaku UMKM dituntut memiliki penguasaan skill digital dan media sosial untuk mengembangkan usahanya.

Hal tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Non Perda “Bisnis di Era Digital” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (1/10/2022). Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, di zaman dengan teknologi canggih ini memudahkan pelaku usaha memasarkan dan menjual produk secara online. Selain untuk bertransaksi jual beli, media sosial juga bisa menjadi media promosi untuk pengenalan produk.

“Media sosial ini memudahkan, punya produk apa tinggal diposting, jangkauannya luas sehingga manfaat ekonomisnya tinggi,” ujar Bambang yang hadir secara virtual.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Bisnis di Era Digital” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

Menurut Bambang Kusriyanto, guna meningkatkan daya jual pebisnis atau pelaku UMKM, perlu diadakan sosialisasi atau pelatihan digital marketing. Tujuannya agar para pelaku UMKM juga mempunyai kesempatan untuk bersaing dengan pebisnis yang sudah besar. Selain itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan skill tentang bisnis di era digital saat ini.

“Saya berharap dengan diadakannya soalisasi non perda dengan tema digitalisasi seperti ini, masyarakat umum, warga sekitar serta pelaku UMKM lebih meningkatkan minat ketertarikan belajar dan mengikuti kegiatan kegiatan sosialisasi, seminar maupun pameran yang telah di selenggarakan pemerintah sehingga dapat cepat beradaptasi dengan perkembangan era digital,” katanya dalam acara yang ikut dihadiri Ketua KNPI Kabupaten Semarang, Bagus Suryokusumo tersebut.

Camat Bergas, Seno Wibowo mengatakan, seiring perkembangan waktu, perdagangan yang dimulai dari sistem barter, berlanjut menggunakan uang, kini berkembang menjadi e-money yang tidak perlu melakukan transaksi secara tatap muka. Perubahan tersebut perlu diantisipasi.

“Permasalahan di kita ini UMKM perlu dikemas dengan cara yang lebih canggih. Nah ini yang kita harus lakukan yaitu memfasilitasi para pelaku UMKM entah dari sosialisasi seperti ini maupun workshop,seminar serta pelatihan-pelatihan untuk umum. Tujuannya untuk menstimulasi para pelaku UMKM supaya lebih kreatif dalam mengembangkan bisnis di era digitalisasi saat ini,” katanya dalam acara yang dimoderatori Ricky Fitriyanto tersebut.

Dia menambahkan, sebanyak 80 persen perangkat desa di Kecamatan Bergas bergerak di bidang wirausaha. Namun mereka masih menjalankan usaha secara konvensional. Dibutuhkan pengembangan skill digitalisasi agar mereka bisa meningkatkan omset usahanya dan menjangkau pasar lebih luas.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Cahyono menjelaskan, dampak dari pandemi lalu telah memicu para pebisnis untuk mengubah haluan ke online. Hal tersebut yang membuat era digitalisasi saat ini melaju cepat. Ia mengimbau para pelaku UMKM atau pebisnis untuk meningkatkan minat mengikuti kegiatan UMKM yang sudah diadakan oleh pemerintah.

“Kemasan yang baik adalah salah satu daya tarik bagi pembeli karena menciptakan kesan pertama di dalam promosi di era digitalisasi seperti ini. Orang akan melihat tampilannya terlebih dahulu. Inilah yang termasuk aspek dari digital marketing. Kami berharap dengan adanya kegiataan seperti ini para pelaku UMKM lebih terstimulasi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pemerintah guna meningkatkan semangat dan kreatifitas,” paparnya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply