Pemeliharaan Jalan Arus Mudik di Blora Membawa Korban, Kaki Warga Mlepuh Terkena Aspal Saat Melintas

Pengaspalan jalan di Blora.

BLORA, 20/4 (BeritaJateng.tv) – Pemeliharaan pekerjaan jalan yang akan dilalui arus mudik, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Blora, Jawa Tengah dijalan Gunandar Blora, Selasa (19/4/2022) kemarin membawa korban.

Warga yang melintas, kaki bagian kirinya mlepuh akibat terkena cipratan aspal, dari petugas yang sedang melakukan pemeliharaan jalan itu.

“Untuk kejadianya saya memang tidak di lapangan, saya di ceritani sama pak Yoyok yang dilapangan, memang tidak ada kesengajaan. Tapi memang pas ada tenaga ngocor ada permpuan nylonong, akhirnya kakinya kena aspal,” kata Sutono Sub Koordinasi pemeliharaan jalan dan Jembatan DPUPR di kantornya, Rabu (20/4/222).

Kemudian, lanjut Sunoto, mendapat kabar ada orang kena aspal ia langsung ke RSUD dr. Soetidjono Blora, untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Sampai di RSU Sunoto bertemu korban.

“Mbaknya namanya Mariana kalau gak salah, istrinya mas Emon. Setelah menjelaskan kronologisnya, memang mbaknya itu mengakui kalau tergesa gesa, mau mapak (jemput-red) anaknya di Pondok Khosin,” terangnya.

Sunoto mengaku kedatanganya ke sana itu untuk bertanggungjawab atas kejadian itu, namun kata suaminya sudah mendapat BPJS. Kemudian Sunoto mengantar korban sampai di rumahnya di desa Tempurejo, Kecamatan/Kabupaten.

Ditambahkan Sunoto, saat melakukan pekerjaan pemeliharaan pengaspalan jalan, pihaknya sudah memasang rambu rambu. Karena lalu lintas padat dan korban buru buru mau menjeput anaknya, kemudian terkena cipratan aspal.

Terpisah Susi Mariana, saat di jumpai dirumahnya desa Tempurejo, membenarkan kejadian itu. Bahwa ia memang terburu buru mau menjemput anaknya.

“Saya mau jemput anak, ada perbaikan jalan. Saya lewat terus ada itu apa, yang menyiram aspal, kaki saya kena, saya megeluh aduh aduh, tapi saya gak peduli, langsung jemput anak soale jame mepet,” kata Mariana.

Kondisi mariana kini jalanya agak pincang, akibat kaki kirinya terkena cipratan aspal itu, dan masih di perban, karena dalam perawatan.

“Beruntung anak saya satune gak kena, padahal di depan. Memang sudah ada rambu rambu, tapi kan jalanya separo digunakan dua arah, tidak ada yang mengatur,” terangnya.

Sebelum dibawa ke RSUD Mariana, pulang dulu mengantar anaknya dan telpon suaminya. Saat itu kondisi kakinya mlepuh dan mengelupas. Oleh suaminya lalu dibawa ke rumah sakit.

Saya pulang dulu, terus baru telpon suamiku baru diantar ke rumah sakit. Kaki saya mlepuh, kulitnya saja sampai ngelupas,” tutupnya. (Her/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.