Jateng

Pemerintah Beri Lampu Hijau Pembangunan PLTP Gunung Ungaran, Sekda Sebut Potensi Geothermal Masih Dikaji

×

Pemerintah Beri Lampu Hijau Pembangunan PLTP Gunung Ungaran, Sekda Sebut Potensi Geothermal Masih Dikaji

Sebarkan artikel ini
sekda semarang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rencana pemanfaatan energi geothermal atau panas bumi di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, kembali mencuat setelah pemerintah memberikan lampu hijau untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, mengatakan terdapat dua lokasi yang saat ini menjadi perhatian dalam rencana pemanfaatan energi panas bumi, yakni Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran.

Untuk pemanfaatan potensi panas bumi di Gunung Telomoyo, saat ini prosesnya masih berada pada tahap penyusunan dokumen lingkungan dan pembebasan lahan.

Sementara itu, rencana pemanfaatan geothermal di Gunung Ungaran masih dalam tahap kajian. Pemerintah daerah juga belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana tersebut.

“Karena masih harus dilakukan penelitian ulang untuk mengetahui potensi panas bumi yang dihasilkan,” ungkap Sukendro di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis 20 Agustus 2026.

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran Capai 55 MW

Sukendro menjelaskan, berdasarkan penelitian terdahulu, potensi energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan di Gunung Ungaran diperkirakan mencapai 55 megawatt (MW).

Namun, pemerintah masih membutuhkan penelitian ulang untuk memastikan potensi tersebut sebelum masuk ke tahap pemanfaatan.

“Kalau kementerian terkait telah memberikan izin, kemungkinannya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah tahu,” lanjutnya.

BACA JUGA: Taj Yasin Dorong Percepatan Energi Terbarukan demi Ketahanan Energi Jawa Tengah

Terkait kemungkinan dampak pembangunan PLTP terhadap aktivitas masyarakat sekitar, Sukendro memastikan dampaknya tidak akan terjadi secara menyeluruh.

Menurutnya, aktivitas pemanfaatan panas bumi hanya akan berlangsung di lokasi-lokasi tertentu. Terutama di sekitar sumur yang digunakan untuk kebutuhan penelitian maupun pengembangan.

“Artinya tidak seperti yang terbayangkan, semuanya akan terdampak. Perkiraannya hanya di sekitar sumur untuk kebutuhan penelitian saja dan tidak sampai ke mana-mana,” jelasnya.

Ia menyebut area yang terdampak perkiraannya hanya berada di sekitar lokasi kegiatan dengan radius kurang lebih 100 meter persegi.

Dekat Candi Gedongsongo, Ada Perlakuan Khusus