Pemkot Semarang Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp 27,8 Miliar

Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

SEMARANG, 29/5 (BeritaJateng.tv) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 27,8 miliar untuk bantuan pendidikan.

Bantuan pendidikan tersebut meliputi program sekolah swasta gratis, hibah dewan pendidikan, hibah fisik, beasiswa warga miskin, dan beasiswa berprestasi warga miskin.

Hendi, sapaannya, memaparkan, Pemerintah Kota Semarang menganggarkan cukup besar setiap tahun untuk sektor pendidikan. Hal itu sesuai dengan amanah undang-undang.

Sebesar Rp 27,8 miliar yang dialokasikan APBD dalam program Dinas Pendidikan (Disdik) merupakan upaya membuat generasi muda Kota Semarang baik tingkat TK, SD, dan SMP mendapat fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Pihaknya memberikan kesempatan sekolah gratis melalui program sekolah swasta gratis dan memacu siswa menjadi anak muda yang kompetitif melalui beasiswa berprestasi.

“Itu sasaran yang dilakukan Disidik. Kami ambil kebijakan itu. Kami sepakat ke depan harus lebih banyak lagi sekolah swasta yang bisa ikut terlibat dan dibiayai APBD Kota Semarang supaya tidak ada lagi laporan maayarakat anaknya tidak bisa ambil ijazah karena belum bayar SPP dan lain-lain,” terang Hendi.

Dengan demikian, lanjut dia, tidak ada lagi ketimpangan yang terjadi dalam memperoleh pendidikan. Hendi juga memberikan koreksi kepada Disdik terkait beasiswa berprestasi warga miskin.

Menurutnya, beasiswa berprestasi tidak memandang kondisi ekonomi keluarga. Siswa yang berprestasi dari kalangan apapun memiliki kesempatan untuk mendapat peluang beasiswa berprestasi.

Sebaliknya, pemerintah wajib memenuhi kebutuhan biaya sekolah untuk keluarga miskin tanpa ada embel-embel beasiswa berprestasi.

“Yang namanya berprestasi tidak lihat orangtuanya kaya atau miskin. Kalau mau ukurannya prestasi jangan dikasih embel-embel beasiswa berperstasi warga miskin tapi beasiswa anak muda Semarang berprestasi. Sebaliknya, mutlak hukumnya pemerintah membiayai adik-adik yang kemampuannya membayar kewajiban berat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, program bantuan pendidikan ini meliputi bantuan hibah dan bantuan sosial untuk yayasan, sekolah, dan siswa SD hingga perguruan tinggi. Sekaligus, penyerahan hadiah dan plakat untuk pengawas, kepala sekolah, dan guru berprestasi.

Total anggaran sebesar Rp 27,8 miliar. Hibah sekolah swasta gratis ada 33 TK dengan anggaran Rp 2 miliar lebih, 44 SD dengan anggaran Rp 10 miliar lebih, serta 33 SMP sebesar Rp 5 miliar lebih. Hibah untuk dewan pendidikan sebesar Rp 750 juta.

Beasiswa warga miskin untuk jenjang SD/MI sebesar Rp 2 miliar lebih, Rp 706 juta untuk SMP, dan Rp 637 juta untuk jenjang SMA/SMK.

Tak hanya itu, Disdik juga memberikan beasiswa berprestasi untuk warga miskin jenjang SD/MI sebanyak Rp 153 juta.

Kemudian, sebesar Rp 65 juta untuk SMP/MTS, serta Rp 76 juta untuk jenjang SMA/SMK.

Adapun beasiswa warga miskin berpresrasi tingkat perguruan tinggi ada 193 mahasiswa dengan total anggaran Rp 1,1 miliar.

“Prinsipnya, ini jumlah luar biasa hampir Rp 28 miliar secara keseluruhan. Ini untuk memajukan dunia pendidikan. Jumlahnya juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya,” ujar Gunawan.

Melalui program-program tersebut, kata dia, wali kota menghendaki agar tidak ada anak putus sekolah. Masyarakat yang tidak bisa masuk sekolah negeri tetap bisa menimba ilmu di sekolah swasta yang mendapat program gratis dari Pemerintah Kota Semarang. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.