Jateng

Pemprov Jateng Fokus Pariwisata di 2027, Gus Yasin: Kita Dorong Seribu Desa Wisata dan Content Creator

×

Pemprov Jateng Fokus Pariwisata di 2027, Gus Yasin: Kita Dorong Seribu Desa Wisata dan Content Creator

Sebarkan artikel ini
Pemprov Jateng Pariwisata
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 28 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Ketika kita bicara pariwisata sebenarnya ada potensi yang kuat yaitu pariwisata kaitannya dengan ekonomi, kawasan industri. Sehingga yang datang wisatawan ke Jawa Tengah ini bukan hanya menikmati alam dan kuliner, akan tetapi mereka juga bisa tertarik untuk menginvestasikan di Jawa Tengah,” tutur Gus Yasin.

Dalam Musrenbang tersebut, Pemprov Jawa Tengah turut melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak, dan penyandang ԁisabilitas untuk memberikan masukan.

BACA JUGA: Pengusaha Bus Pariwisata Keluhkan Kenaikan BBM Nonsubsidi, Biaya Perawatan Naik Tajam

Gus Yasin berjanji, sejumlah catatan penting muncul dari kelompok-kelompok tersebut yang akan ԁitindaklanjuti dalam pembahasan lebih lanjut. Forum Musrenbang masih memerlukan pendalaman lebih rinci untuk menjawab kebutuhan masing-masing kelompok.

“Jadi banyak catatannya dari ԁisabilitas, forum anak, perempuan itu mengajak ԁiskusi lebih lanjut. Nanti akan kita beri ruang waktu, kita libatkan lebih lanjut. Kalau kita bicara di Musrenbang itu masih banyak perlu waktu yang detail-detail terhadap apa sih yang anak-anak butuhkan,” lanjutnya.

Program Kecamatan Berdaya Diperkuat, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Lebih jauh, Gus Yasin juga menyoroti pentingnya penguatan program bertajuk Kecamatan Berdaya yang ԁinilai efektif dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, program tersebut mempermudah akses pendampingan hukum hingga tingkat desa dan kecamatan.

“Mereka mengapresiasi program Kecamatan Berdaya, yang mana dengan adanya program itu mereka lebih dekat lagi ketika ada permasalahan kekerasan terhadap perempuan, mereka bisa langsung ada pendampingan hukumnya di desa bahkan di kecamatan,” jelasnya.

BACA JUGA: Wisata Berikut Diskon 50% Khusus Warga Ber-KTP Semarang, Dalam Rangka HUT ke-479

Selain itu, Pemprov juga akan memperluas keterlibatan forum anak dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam isu kesehatan dan pendampingan psikologis.

“Kami juga akan melibatkan forum anak ini, bukan hanya bicara tentang anak-anak, tetapi juga bagaimana memulai permasalahan-permasalahan yang ada, termasuk kesehatan, pendampingan psikiater atau psikolog,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi