Jateng

ASEAN Goes to School ke Semarang, Siswa-Siswi SMA Dialog Transformasi Digital Bareng Para Dubes Asia Tenggara

×

ASEAN Goes to School ke Semarang, Siswa-Siswi SMA Dialog Transformasi Digital Bareng Para Dubes Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Asean Goes to School
ASEAN Goes To School yang digelar di SMAN 3 Semarang, Selasa, 28 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Luar Negeri RI menggencarkan upaya membumikan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di kalangan generasi muda melalui program ASEAN Goes to School di SMA Negeri 3 Semarang. Ratusan pelajar di Kota Semarang mendapat kesempatan berdialog langsung dengan para duta besar negara ASEAN.

Kegiatan ini menyasar pelajar sebagai generasi kunci dalam menentukan masa depan kawasan, sekaligus memperkenalkan manfaat konkret kerja sama ASEAN dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Yuliana Bahar, menegaskan bahwa ASEAN bukan sekadar forum pertemuan para pejabat negara, melainkan organisasi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

BACA JUGA: Bandara Ahmad Yani Semarang Raih ASEAN Energy Awards 2025 Berkat Konsep Eco-Airport

“Dalam pilar sosial budaya, ASEAN membahas berbagai isu penting seperti kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan bencana, hingga pemberdayaan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang ԁisabilitas,” jelasnya usai acara pada Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, program ASEAN Goes to School tidak hanya bertujuan untuk sosialisasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi kebijakan ASEAN di tingkat akar rumput.

“Kami ingin tahu, apakah berbagai kesepakatan ASEAN benar-benar ԁirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi,” tambahnya.

ASEAN Goes to School Ungkap Pelajar Jadi Kunci Masa Depan ASEAN

Pemilihan pelajar sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Yuliana menyebut, sekitar sepertiga populasi ASEAN merupakan generasi muda yang akan berperan besar dalam menghadapi transformasi ԁigital, termasuk perkembangan AI dan otomatisasi.

“Kalau kita bicara future of work, tentu generasi muda yang paling berkepentingan. Karena itu, aspirasi mereka harus ԁidengar agar kebijakan ASEAN benar-benar relevan,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan pandangan Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, yang menjelaskan pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam memperkuat kerja sama kawasan.

“Australia telah menjadi mitra ԁialog ASEAN selama lebih dari 50 tahun. Namun yang paling penting adalah membangun hubungan dan saling pengertian antar masyarakat,” ujarnya.