Jateng

Demak Prioritas Utama Dibangun Giant Sea Wall, Tahun 2026 Skema Hybrid Mangrove dan Beton

×

Demak Prioritas Utama Dibangun Giant Sea Wall, Tahun 2026 Skema Hybrid Mangrove dan Beton

Sebarkan artikel ini
Rob Sekolah | NU Demak
Banjir rob menggenangi jalur Pantura di Sayung, Demak. (Adher/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan Kabupaten Demak sebagai wilayah prioritas pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) guna menuntaskan masalah rob.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyatakan bahwa proyek strategis tanggul laut raksasa ini merupakan usulan mendesak kepada pemerintah pusat.

Fokus utama pengerjaan menyasar wilayah pesisir Kecamatan Sayung yang selama ini mengalami dampak kenaikan air laut paling parah.

Kepastian mengenai proyek besar ini muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah baru-baru ini.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal langsung jalannya pembangunan infrastruktur tersebut.

BACA JUGA: Pakar Undip Nilai Giant Sea Wall-Normalisasi Sungai Tak Sentuh Akar Banjir Pantura: Itu Kebijakan Reaktif

Eisti’anah menyebut koordinasi antarlembaga terus berjalan demi memastikan proyek berjalan sesuai jadwal yang telah mereka susun bersama.

“Kepastian tersebut tersampaikan dalam Musrenbang Provinsi Jawa Tengah oleh Wakil Gubernur,” ujar Eisti’anah pada Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa telah mengunjungi lokasi guna memvalidasi titik awal pengerjaan.

“Konsep tanggul laut raksasa Demak dipastikan mulai dari wilayah kami terlebih dahulu sebelum menjangkau daerah lain,” tambahnya.

Skema Hybrid dalam Proyek Tanggul Laut Raksasa Demak

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memulai langkah awal tahun 2026 ini dengan menerapkan skema hybrid sea wall sepanjang garis pantai.

Tahap pertama ini melibatkan penanaman mangrove secara masif serta pemasangan struktur beton untuk menahan laju abrasi.

Anggaran sebesar lebih dari Rp10 miliar bakal turun guna membiayai penguatan ekosistem pesisir tersebut sebagai fondasi sebelum konstruksi masif berdiri.

Sementara itu, aktivitas reklamasi di Kota Semarang memicu pergeseran arus air yang kini lebih banyak menggenangi wilayah Kabupaten Demak.

Dampak tersebut membuat penanganan banjir rob di Sayung menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa tertunda lagi.

Eisti’anah menjelaskan bahwa pembangunan tol laut dan reklamasi tetangga membuat Demak memerlukan perlindungan infrastruktur yang jauh lebih kokoh.