Ekbis

Pendidikan di Era AI Tak Lagi Soal Gelar, BINUS @Semarang Fokus pada Pengalaman Nyata

×

Pendidikan di Era AI Tak Lagi Soal Gelar, BINUS @Semarang Fokus pada Pengalaman Nyata

Sebarkan artikel ini
Pendidikan di Era AI Tak Lagi Soal Gelar, BINUS @Semarang Fokus pada Pengalaman Nyata
Media Gathering Binus @Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah derasnya arus transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI), memilih perguruan tinggi kini menjadi keputusan yang jauh lebih kompleks bagi para orang tua maupun calon mahasiswa.

Kekhawatiran tak lagi sekadar soal jurusan favorit atau nama besar kampus, tetapi juga tentang masa depan anak di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung begitu cepat.

Fenomena itu kini menjadi keresahan banyak keluarga di Indonesia. Di satu sisi, pilihan pendidikan semakin beragam.

Namun di sisi lain, perubahan industri yang dinamis justru membuat banyak orang tua khawatir salah mengambil langkah.

Kondisi tersebut tampak dari semakin tingginya angka career mismatch di Indonesia. Sekitar 35 hingga 36 persen lulusan dketahui bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.

Sementara itu, berbagai laporan global memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan akan mengalami perubahan signifikan pada tahun 2030 akibat perkembangan teknologi dan AI.

Situasi itu membuat kebutuhan terhadap pendidikan yang adaptif dan relevan menjadi semakin penting.

BACA JUGA: Techtopia 2025 di Binus University Semarang, Siapkan Generas Muda Hadapi Dunia Industri 4.0

Melihat perubahan tersebut, BINUS University @Semarang hadir dengan pendekatan pembelajaran berbasis Digital Transformation dan AI Experience.

Kampus ini berupaya menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadapi tantangan industri masa depan secara nyata.

Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Fredy Purnomo, mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswanya.

“Perkembangan AI membuat dunia kerja berubah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, pendidikan tidak bisa lagi hanya berfokus pada teori. Tetapi harus mampu memberikan pengalaman nyata dan pemahaman bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa saat ini perlu dibekali kemampuan memahami teknologi secara strategis, bukan hanya menjadi pengguna.

Bekali AI Experience

“Di BINUS @Semarang, kami membekali mahasiswa dengan AI experience agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya secara strategis,” lanjutnya.

Ia menambahkan, pendidikan modern seharusnya sudah memberikan dampak nyata sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah.

“Kami melihat bahwa pendidikan harus mulai memberikan dampak sejak mahasiswa masih kuliah. Melalui pendekatan digital transformation, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk pekerjaan yang ada hari ini. Tetapi juga untuk menghadapi pekerjaan yang bahkan belum ada saat ini,” katanya.

Keresahan terhadap masa depan pendidikan dan dunia kerja juga disoroti dari sisi psikologis.

Psikolog sekaligus Faculty Member BINUS University, Gary Collins Brata Winardy, menilai tekanan dalam menentukan pendidikan kini semakin tinggi karena perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Kekhawatiran akan masa depan adalah hal yang wajar. Orang tua dan anak mengalami ketakutan salah memilih jurusan. Apalagi saat perkembangan teknologi membawa kekhawatiran bahwa jurusan yang mereka pilih saat ini tidak lagi relevan di kemudian hari,” jelasnya.

Menurut Gary, ketidakpastian itu sering memicu overthinking dan keraguan dalam mengambil keputusan.

“Ketika seseorang tidak memiliki gambaran yang jelas tentang masa depan, mereka cenderung ragu dalam menentukan pilihan. Karena itu, pendidikan yang mampu memberikan arah, pengalaman nyata, dan exposure terhadap dunia kerja akan sangat membantu mengurangi kecemasan tersebut,” tambahnya.

Kampus Pilihan

Pandangan serupa juga dirasakan para orang tua mahasiswa. Salah satunya datang dari Andi Purnama Hardjani, yang melihat perubahan besar pada anaknya selama menempuh pendidikan di BINUS University @Semarang.

“Sebagai orang tua yang juga bergerak di industri kreatif, saya tahu betul betapa cepatnya dunia ini berubah. Karena itu saya ingin memastikan anak saya tidak hanya belajar di lingkungan yang bagus secara akademik. Tetapi juga benar-benar dpersiapkan menghadapi industri nyata,” ungkapnya.

Ia mengaku melihat perkembangan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pola pikir dan kepercayaan diri anaknya.

“Yang saya lihat di BINUS @Semarang, anak saya tidak hanya tumbuh secara pengetahuan. Tetapi juga cara berpikirnya jadi lebih terstruktur dan lebih berani,” katanya.

Menurutnya, pengalaman nyata selama masa kuliah menjadi salah satu nilai penting yang kini dicari para orang tua.

“Dulu anak saya masih sering ragu-ragu kalau ditanya soal masa depan. Sekarang dia bisa menjawab dengan jelas, bahkan lebih percaya diri. Itu tanda bahwa dia tidak hanya belajar, tapi benar-benar berkembang,” tandasnya.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin menggunakan teknologi AI, pendidikan kini bukan lagi sekadar soal memperoleh gelar.

Bagi banyak keluarga, kampus menjadi tempat membangun kesiapan mental, kemampuan adaptasi, dan pengalaman nyata agar generasi muda tetap relevan menghadapi masa depan yang terus berubah. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp