Jateng

Pendukung Sudewo Pakai Kostum Merah Putih Kawal Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

×

Pendukung Sudewo Pakai Kostum Merah Putih Kawal Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang

Sebarkan artikel ini
pendukung sudewo
Pendukung Bupati Pati nonaktif Sudewo yang menggelar aksi tema Kemerdekaan RI ke-81 di depan gedung Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana merah putih terlihat di depan Gedung Pengadilan Tipikor Semarang saat pendukung Bupati Pati nonaktif Sudewo kembali menggelar aksi pengawalan persidangan. Pendukung Sudewo yang tergabung dalam massa Aksi Pati Bangkit (APB) itu menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah pendukung Sudewo mengenakan pakaian berwarna merah dan putih. Mereka juga membawa bendera Merah Putih berukuran kecil yang dikibarkan selama aksi berlangsung.

Nuansa kemerdekaan semakin terasa dari berbagai pernak-pernik yang peserta kenakan. Beberapa di antaranya menghiasi pipi dengan atribut bendera merah putih, sementara pita merah putih terlihat terpasang di pakaian hingga kerudung peserta aksi.

Di tengah massa, suasana pengawalan sidang juga terisi dengan pembacaan pantun bertema kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aksi APB yang tetap berfokus pada pengawalan persidangan Sudewo.

BACA JUGA: Massa Kontra Hadir di Pengadilan Tipikor Semarang, Sudewo: Silakan Asal Tidak Anarkis

Koordinator Aksi Pati Bangkit (APB), Ndandwiwik, mengatakan pemilihan konsep aksi bernuansa kemerdekaan tersebut untuk menyesuaikan momentum Agustus.

“Kegiatan hari ini tetap pada konteks pengawalan sidang Bapak Sudewo, Bupati nonaktif Pati yang ke-16,” kata Ndandwiwik usai aksinya di depan Gedung Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, aksi pengawalan sidang kali ini sengaja terkemas dengan nuansa perayaan kemerdekaan.

“Memang kami mengkhususkan pengawalan sidang yang hari ini kita nuansakan perayaan Agustusan untuk bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Penundaan Lomba Agustusan

Tak hanya mengenakan atribut merah putih, APB sebelumnya juga telah menyiapkan sejumlah permainan khas perayaan 17 Agustus untuk memeriahkan aksi.

Beberapa lomba yang direncanakan yakni makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, serta lomba sendok kelereng.

Namun, rencana tersebut akhirnya tertunda karena aksi kali ini bertepatan dengan agenda persidangan dengan pemeriksaan saksi.

“Sementara belum. Tadinya memang di – setting lomba. Kita sudah merencanakan makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, kemudian satu lagi adalah sendok kelereng. Namun kami tunda dulu sehubungan dengan judul acaranya,” jelas Ndandwiwik.

Pantun ‘Hong Wilaheng’ dan Harapan untuk Sudewo

Selain atribut merah putih dan rencana lomba, aksi APB juga terwarnai pembacaan pantun oleh sejumlah peserta, termasuk Ndandwiwik.

Ia menyebut pantun yang dibacakan mengangkat tema “Hong Wilaheng”. Menurutnya, istilah tersebut dimaknai sebagai doa sekaligus harapan di tengah proses hukum yang sedang dihadapi Sudewo.

“Temanya tadi Hong Wilaheng. Hong Wilaheng itu mengandung doa dan harapan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Dapat Bunga Usai Sidang, Sudewo: Doakan Saya Menjabat Bupati Lagi

Ndandwiwik mengatakan, sebagai pendukung dan loyalis Sudewo, pihaknya menilai mantan Bupati Pati tersebut tengah menghadapi perlakuan yang tidak adil.

“Dengan kondisi sekarang kita tahu bahwa menurut kami pendukung dan loyalis Bapak Sudewo, Pak Sudewo itu dizalimi, dipecundangi, direkayasa hukum, direkayasa politik seperti itu,” ujarnya.

“Tapi harapannya juga ada karena ini kita sudah merdeka, mestinya juga merdeka juga untuk Bapak Sudewo,” pungkasnya.

Sementara itu, di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Tipikor Semarang, sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa Bupati Pati nonaktif Sudewo sedang berlangsung. JPU KPK menghadirkan 6 saksi untuk membuktikan dugaan korupsi terkait pengisian perangkat desa. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp