Hukum & Kriminal

Pengedar Bawang Bombay Ilegal di Semarang Ternyata Warga Pontianak, Polisi Ungkap Risiko Kontaminasi Bakteri

×

Pengedar Bawang Bombay Ilegal di Semarang Ternyata Warga Pontianak, Polisi Ungkap Risiko Kontaminasi Bakteri

Sebarkan artikel ini
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto saat konferensi pers pengungkapan kasus bawang bombay ilegal di Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat, 23 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Terkait rencana distribusi, Djoko mengatakan pihaknya masih mendalami tujuan akhir peredaran bawang bombay tersebut.

“Yang bersangkutan belum sempat mengedarkan, masih kita amankan di pelabuhan. Dia masih menyampaikan hanya mengangkut dari Pelabuhan Kalimantan Barat ke wilayah Tanjung Mas Semarang,” ujarnya.

Saat ini, tersangka masih satu orang. Namun penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Masih satu. Kita minta keterangan lagi berkaitan dengan siapa tokoh utamanya, siapa yang meminta yang bersangkutan untuk membawa barang dari Kalimantan Barat ke Semarang,” kata Djoko.

Polisi Tegaskan Satgas Pangan Kawal Stok, Harga, hingga Program MBG

Lebih jauh, Djoko menegaskan, pengungkapan kasus bawang bombay ilegal tersebut merupakan bagian dari peran Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas pangan di masyarakat.

“Satgas pangan yang pertama adalah pengendalian stok dan harga pangan di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Polda Jawa Tengah juga melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait suplai bahan pangan, khususnya yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita koordinasi dengan BGN berkaitan dengan suplai-suplai bahan yang dari luar kepada BGN,” katanya.

Tak hanya itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) untuk memastikan aspek kebersihan dan kualitas bahan pangan.

“Kita juga koordinasi dengan teman-teman Bid Dokkes untuk melihat menunya, termasuk bahan-bahan dan kebersihan yang ada di sekitar dapur,” ujar Djoko.

Jelang Ramadan, Polisi Waspadai Penimbunan Bahan Pangan

Menjelang bulan Ramadan, Djoko menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan harga dan penimbunan bahan pokok.

“Kita tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama ketersediaan bahan pangan, termasuk bahan pokok yang setiap tahun memang terjadi lonjakan seperti cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah,” katanya.

Koordinasi juga terlaksana dengan petani serta para agen pemasok bahan pangan di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Libatkan Satlinmas, Pemkab Semarang Amankan 26 Ribu Rokok Ilegal