SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam laga Pilgub Jawa Tengah 2024, dua nama besar akan bersaing, yakni mantan Panglima TNI, Andika Perkasa, dan mantan Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Kedua kandidat ini diusung oleh partai-partai besar: PDIP mengusung Andika Perkasa bersama Hendrar Prihadi, sedangkan Gerindra dan Golkar mendukung Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin.
Persaingan mereka tidak hanya melibatkan visi dan misi, tetapi juga menyentuh aspek kekayaan pribadi mereka.
Andika Perkasa dilaporkan memiliki total kekayaan mencapai Rp184.530.569.648 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2022.
BACA JUGA: Jateng jadi Arena PDIP vs KIM Plus, Andika Perkasa: Biar Masyarakat Tentukan Pilihan dengan Hatinya
Harta kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas. Rincian kekayaannya meliputi:
– Tanah dan Bangunan: Total nilai Rp38.924.250.000 yang mencakup beberapa properti di Jakarta, Sleman, Australia, dan Amerika Serikat.
– Alat Transportasi: Sebuah mobil Mercedes Benz Sprinter 315 tahun 2018 yang bernilai Rp1.800.000.000.
– Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp10.100.000.000.
– Surat Berharga: Rp3.171.000.000.
– Kas dan Setara Kas: Sebesar Rp131.435.319.648.
Kekayaan Ahmad Luthfi, calon lawan Andika Perkasa di PIlgub Jawa Tengah 2024
Sedangkan Ahmad Luthfi memiliki total kekayaan sebesar Rp10.268.497.662. Rincian kekayaan Ahmad Luthfi ialah sebagai berikut:
– Tanah dan Bangunan: Nilai Rp6.300.000.000 dengan kepemilikan tanah di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.
– Alat Transportasi: Total Rp935.000.000 yang mencakup berbagai mobil dan motor.
– Kas dan Setara Kas: Rp3.033.497.662.
Menariknya, Ahmad Luthfi tidak memiliki utang, sementara Andika Perkasa mencatatkan utang sebesar Rp900.000.000.
BACA JUGA: Naik Delman, Andika-Hendi Jadi Pasangan Pertama yang Daftar ke KPU
Perbedaan signifikan dalam kekayaan ini mencerminkan latar belakang dan pengalaman masing-masing kandidat, yang tentunya akan mempengaruhi pandangan publik dalam Pilgub Jateng.
Kedua tokoh ini tentu akan memanfaatkan kekayaan mereka untuk menarik perhatian dan dukungan dari pemilih.
Dalam konteks Pilgub Jawa Tengah yang semakin panas, perbedaan dalam aspek finansial ini mungkin akan menjadi salah satu faktor penentu dalam pemilihan mendatang. (*)




