Jateng

Peringati Hari Menangnya Kebaikan Atas Kejahatan, Ratusan Umat Hindu Rayakan Galungan di Semarang

×

Peringati Hari Menangnya Kebaikan Atas Kejahatan, Ratusan Umat Hindu Rayakan Galungan di Semarang

Sebarkan artikel ini
Hari Raya Galungan
Tari Pendet yang dibawakan oleh kelompok anak Hindu perempuan Kota Semarang sesaat sebelum persembahyangan Galungan dimulai, Rabu, 2 Agustus 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan umat Hindu di Kota Semarang dan sekitarnya merayakan Hari Raya Galungan di Pura Agung Giri Natha pada Rabu malam, 2 Agustus 2023.

Pantauan beritajateng.tv, umat Hindu yang datang lengkap berbusana adat dengan nuansa putih dan kuning memadati Pura pukul 19.00 WIB. Sesajen atau Banten sebutannya tampak berjejer rapi di altar utama Pura.

BACA JUGA: Peninggalan Sejarah Terpopuler di Indonesia dengan 17 Candi Hindu, Cek Lokasinya di Sini

Sebelum mulainya persembahyangan, berlangsung tari asal Bali, yakni Tari Pendet dan Tari Baris Gede, oleh kelompok anak-anak Hindu di Kota Semarang. Adapun kedua tarian itu merupakan persembahan sakral yang tergelar

saat hari-hari besar agama Hindu.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Nengah Wirta Darmayana mengungkapkan, umat yang hadir tak hanya berasal dari Kota Semarang. Bahkan, umat Hindu dari daerah sekitar seperti Kendal, Demak, dan Ungaran juga turut persembahyangan yang jatuh tiap enam bulan sekali itu.

Hari Raya Galungan, hari kemenangan kebaikan atas kejahatan

Menurut Nengah, Hari Raya Galungan ini merupakan hari kemenangan Dharma (kebajikan) melawan Adharma (kejahatan).

“Dharma adalah menyatunya pikiran kita dengan rohani. Dalam konteks ini tentunya adalah pikiran yang baik. Untuk mereduksi pikiran atau perilaku yang negatif,” ucap Nengah, Rabu, 2 Agustus 2023.

Hal ini juga dibenarkan oleh pengurus PHDI lainnya yang hadir, Putu Adhi Sutrisna, saat mengisi khotbah usai persembahyangan berlangsung.

“Esensi perayaan (Hari Raya) Galungan ini ialah kebaikan melawan keburukan. Kita hidup sebagai manusia ditemani dua hal, karma kita di kehidupan lalu dan swadarma (kewajiban) kita dalam melaksanakan kehidupan saat ini. Ketika kita melaksanakan swadarma ini, momentum Galungan ini yang paling penting dilakukan perbuatan baik,” tutur Adhi saat menyampaikan khotbah.

BACA JUGA: Umat Hindu di Semarang Gelar Tawur Kesanga Sambut Nyepi

Rangkaian persembahyangan selesai pukul 21.30 WIB. Umat Hindu pun mulai meninggalkan area suci Pura dengan membawa kembali sesajen atau banten yang mereka persembahkan sebelumnya.

Ary (27) salah satu umat Hindu asal Ambarawa mengaku rutin mengikuti persembahyangan acara besar agama Hindu di Pura Agung Giri Natha. Sebelumnya, ia juga menyempatkan diri mengikuti Tawur Agung Kesanga atau sehari sebelum Nyepi pada Maret lalu.

“Rutin menyempatkan diri ke Semarang untuk di hari-hari besar, sih, karena kan deket juga kalau dibanding ke Pura yang Magelang. Di sini juga umatnya lebih rame, suasananya lebih mendukung juga sembahyang. Kan tadi sempet ada meditasi bentar juga pas selesai puja,” ujar Ary. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp