SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan seluruh gudang logistik Pemilu di kecamatan-kecamatan di Semarang terpasang kamera Closed Circuit Television (CCTV).
Mbak Ita, sapaan akrabnya, meminta Dinas Komunikasi Informatika Kota Semarang agar memasang CCTV tidak hanya di dalam tetapi juga di sekitar gudang.
“Saya minta pasang CCTV jangan hanya di dalam, tetapi pastikan juga keamanan sekitar. Karena kalau di dalam saja tapi lingkungan luar tidak terpantau CCTV kan juga keamanan tidak penuh,” ujar Mbak Ita seusai mengecek gudang logistik Pemilu di beberapa kecamatan.
Tak hanya CCTV, Mbak Ita juga langsung meminta dinas terkait agar melengkapi sarana dan prasarana, termasuk membenahi infrastruktur jalan.
“Saya minta sarpras, infrastruktur termasuk jalan. Kemarin saat ke Banyumanik saya lihat jalannya becek dan sebagainya. Padahal ambilnya (logistik pemilu-red) dari kecamatan ke kelurahan-kelurahan, sehingga hilir mudik. Sehingga kamu pastikan semua itu baik, dari sisi keamanannya, lingkungan infrastrukturnya, bahkan termasuk yang jaga,” jelas dia.
Menurut dia, petugas keamanan dari TNI maupun Polri akan berjaga 24 jam sehingga perlu support logistik makanan termasuk kesehatan.
“TNI Polri jaga 24 jam, kami minta pastikan asupan gizi. Logistik makan termasuk juga untuk kesehatan. Saya minta DKK (Dinas Kesehatan Kota-red) agar setiap hari puskesmas bisa mengecek kesehatan. Kita lebih baik mencegah. Apalagi mereka dua shift pagi pukul 08.00 dan malam pukul 20.00,” sebutnya.
Mbak Ita bahkan memastikan terdapat petugas kesehatan yang datang, sehingga personel PPK serta petugas keamanan bisa kita cek kesehatannya.
“Petugas puskesmas datang sehingga bisa dicek tensi, gula darah. Kalau drop bisa di suntik infus agar bisa selalu sehat dan fit. Ini kan proses masih panjang, masih ada pemungutan, penghitungan suara, hingga rekapitulasi,” kata Mbak Ita.
Pasang CCTV di Gudang Logistik Pemilu
Kabid Pengelolaan Infrastruktur, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, Agung Putranto mengaku, telah menurunkan tim sejak mendapat arahan dari Walikota Semarang.
“Begitu ada perintah dari Bu Wali kami langsung turunkan tim. Satu tim jaringan internet untuk mengecek apakah ada jaringan di gudang logistik dan satu tim lagi untuk pasang CCTV,” kata Agung.
Ia menyebut, meski telah memiliki CCTV, Dinkominfo tetap memasang lagi CCTV baru. “Yang sudah adapun kita pasang CCTV lagi, kami khawatirnya CCTV yang terpasang sekarang tidak ada NVR-nya. (NVR adalah perangkat CCTV yang menyimpan hasil rekaman tanpa menggunakan kabel coaxial, tetapi ia menggunakan jaringan internet atau LAN-red. ) untuk memastikan kamera terhubung dengan ACTS di Pemkot Semarang. Makanya kita langsung keliling. Kalau harus terpasang NVR baru akan kami pasang,” bebernya.
Agung menjelaskan jika CCTV bisa terpantau melalui aplikasi karena menggunakan jaringan metro. “Pemantauan CCTV berbeda dengan internet rumah, karena kami menggunakan jaringan metro,” Imbuhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




