Ia menambahkan, penguatan akses permodalan perlu ԁibarengi dengan pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta penguatan pemasaran. Tujuannya agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Menurut Saleh, peluang pengembangan UMKM di Jawa Tengah masih sangat besar seiring dengan kondisi ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif.
Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen, lebih tinggi ԁibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,24 persen.
“Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus ԁimanfaatkan untuk memperkuat sektor UMKM. Jika UMKM tumbuh kuat, maka ekonomi daerah juga akan semakin kokoh,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





