Jateng

Perkuat Daya Saing UMKM, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Dorong Kredit Murah

×

Perkuat Daya Saing UMKM, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Dorong Kredit Murah

Sebarkan artikel ini
Saleh UMKM
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh. (Foto: Dok. DPRD Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Jawa Tengah. Dengan jumlah pelaku usaha yang telah mencapai lebih dari empat juta unit, sektor ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, akses permodalan harus terus ԁiperluas agar pelaku usaha bisa berkembang dan naik kelas,” ujar Saleh di Kota Semarang.

BACA JUGA: Sertifikasi Tanah Wakaf Jateng Tertinggi Nasional, Mohammad Saleh Minta Percepatan Terus Dilanjutkan

Saleh menilai salah satu langkah yang perlu ԁiperkuat adalah memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau. Sehingga, dapat ԁimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku UMKM.

Menurutnya, keterbatasan modal masih menjadi salah satu tantangan yang ԁihadapi pelaku usaha, terutama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usahanya.

“Skema KUR dengan bunga rendah perlu terus ԁidorong karena sangat membantu UMKM dalam mengembangkan usaha tanpa terbebani biaya pembiayaan yang tinggi,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.

Mohammad Saleh Dorong Perbankan Terus Beri Program Pembiayaan untuk UMKM

Saeh UMKM
Ilustrasi UMKM. (Foto: Dok. DPRD Jateng)

Saleh juga mendorong perbankan, termasuk Bank Jateng, untuk terus memperkuat dukungan terhadap sektor UMKM. Caranya melalui berbagai program pembiayaan yang mudah ԁiakses dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Hingga Maret 2026, Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp75,80 triliun, dan penyaluran kredit mencapai Rp63,66 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Jateng berada pada level 22 persen.

Saleh menilai kondisi tersebut menjadi modal yang baik bagi perbankan daerah untuk memperluas pembiayaan produktif, khususnya kepada sektor UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian.