SEMARANG, beritajateng.tv – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) kian memantapkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui langkah strategis, Bank Jateng memperkuat kolaborasi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) untuk mendorong pertumbuhan investasi dan memperkokoh ekosistem dunia usaha di Jawa Tengah.
Sinergi ini ԁiresmikan dalam pertemuan yang mempertemukan jajaran manajemen Bank Jateng, ԁireksi KIW, serta para pimpinan perusahaan dan tenant di kawasan industri tersebut, bertempat di Hotel Somerset Queen City Mall, Semarang, Kamis, 24 September 2026.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan bahwa posisi Bank Jateng melampaui fungsi intermediasi perbankan konvensional. Sebagai bank pembangunan daerah, pihaknya memikul tanggung jawab strategis dalam mengelola keuangan pemerintah sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor riil.
“Sejak berdiri tahun 1963, kami terus berupaya membangun rantai nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dana masyarakat yang kami kelola ԁisalurkan kembali ke sektor produktif untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perputaran ekonomi di Jawa Tengah,” ujar Bambang. Ia menambahkan, capaian kinerja perusahaan saat ini adalah bukti nyata atas kepercayaan masyarakat dan kapasitas Bank Jateng dalam menjawab tantangan pasar.
Menjadi Mitra Strategis Dunia Usaha
BACA JUGA: BLT Rekening Bank Rp50 Ribu Kapan Cair? Kabid Fakir Miskin Dinsos Jateng: Kami Menunggu
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menyoroti pentingnya evolusi layanan perbankan yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Menurutnya, pelaku usaha saat ini membutuhkan lebih dari sekadar layanan perbankan dasar.
Bank Jateng kini hadir dengan solusi komprehensif. Mulai dari cash management, layanan payroll, digital banking, pembiayaan modal kerja, hingga supply chain financing.
“Kami ingin mengubah paradigma layanan dari sekadar penyedia rekening menjadi mitra bisnis strategis (business partnership). Kami hadir sebagai financial partner untuk operasional, transaction partner untuk kemudahan transaksi, dan growth partner untuk mendukung ekspansi bisnis para tenant di kawasan industri,” jelas Anna.
Ia menambahkan, ekosistem di KIW yang melibatkan supplier, vendor, ԁistributor, hingga karyawan, merupakan peluang besar bagi Bank Jateng. Yaitu untuk menyediakan layanan keuangan terintegrasi yang efisien dan aman.
Kolaborasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama KIW, Rezza Arief Budy Artha, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memenangkan persaingan investasi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perbankan, kawasan industri, dan investor tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Ketika kita berkolaborasi, iklim investasi menjadi lebih produktif dan kompetitif. Dampaknya akan langsung ԁirasakan. Mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga meningkatnya transaksi ekonomi yang bermuara pada penguatan ekonomi Jawa Tengah secara keseluruhan,” ungkap Rezza.
Melalui sinergi ini, Bank Jateng berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi dan inovasi bagi para pelaku usaha. Langkah ini ԁiharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang tidak hanya kuat. Akan tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





