Jateng

Perkuat Media dan Kehumasan, Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Penuh Jateng Media Summit 2026

×

Perkuat Media dan Kehumasan, Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Penuh Jateng Media Summit 2026

Sebarkan artikel ini
Jateng Media Summit 2026
Audiensi tim beritajateng.tv dan Suara.com dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 20 Mei 2026 pagi. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Selain itu, Jateng Media Summit turut menghadirkan workshop “Penggunaan AI untuk Media Lokal dan Pengelola Media Sosial”. Workshop tersebut membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan media digital.

Suara.com Soroti Kesenjangan Media Nasional dan Lokal

Dalam audiensi tersebut, Editor in Chief Suara.com, Suwarjono, menilai media lokal saat ini menghadapi tantangan besar di tengah perubahan ekosistem digital.

Menurutnya, terdapat kesenjangan antara media nasional dan media lokal yang perlu diperkecil agar pertumbuhan keduanya dapat berjalan beriringan.

“Poinnya adalah kami ingin mendekatkan jarak. Sekarang itu ada gap soal bisnis media antara nasional dan lokal,” ujar Suwarjono.

Ia menyebut kesenjangan tersebut muncul pada sejumlah aspek, mulai dari teknologi, isu konten, model bisnis, monetisasi, hingga distribusi konten.

BACA JUGA: Imbas Aduan soal Gaji Pekerja, Disnakertrans Jateng Kirim Nota Satu ke Perusahaan Media Cetak di Kota Semarang

Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat juga mengubah cara kerja media saat ini.

“Sekarang platformnya sudah berubah. Tidak lagi seperti dulu media dicari, sekarang media malah mencari pembacanya,” lanjutnya.

Selain transformasi media, pihaknya juga menyoroti penyebaran hoaks dan informasi palsu yang semakin masif di media sosial. Menurutnya, keberlangsungan media menjadi faktor penting agar kualitas informasi tetap terjaga.

“Kalau medianya sehat, kontennya juga sehat dan berkualitas,” katanya.

Dorongan untuk Media Lokal Tumbuh Lewat Kolaborasi dan Inovasi

Di sisi lain, Head of Community Local Media Summit, Asep Saefullah, menilai media lokal saat ini menghadapi tantangan bisnis akibat perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.

Asep menuturkan, media lokal perlu memperkuat kolaborasi agar dapat berkembang bersama di tengah perubahan industri media.

“Kami ingin mereka bisa berkolaborasi sehingga teman-teman media lokal juga tumbuh bisnisnya dengan kolaborasi dan inovasi,” ujar Asep.

BACA JUGA: Perusahaan Media Cetak di Kota Semarang Dilaporkan 5 Pekerjanya ke Disnakertrans Jateng, Klaim Tak Diupah Layak Sejak 2012