Menurutnya, MTQ Nasional juga harus menjadi kesempatan bagi Kota Semarang untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah. Sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari seluruh Indonesia.
“Semoga acara MTQ Nasional di Kota Semarang sukses dan menjadi contoh ke kota-kota lainnya di Indonesia,” pungkasnya.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI tidak hanya berisi perlombaan. Sejumlah kegiatan pendukung juga hadir untuk menyambut peserta dan tamu dari berbagai daerah.
Di antaranya Pawai Ta’aruf kafilah, Mini Dugder, city tour, forum group discussion (FGD) serta seminar.
Anggaran Rp15 Miliar Pemkot Semarang untuk MTQ
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Semarang Elly Asmara mengatakan Pemkot memiliki peran besar dalam mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Menurutnya, dukungan tersebut mencakup pembiayaan berbagai kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab Semarang sebagai tuan rumah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Dalam menyelenggarakan MTQ Nasional ke-31 itu sangat luar biasa. Artinya pembiayaan yang Pemerintah Kota Semarang keluarkan dalam menyukseskan ini enggak main-main,” ujar Elly.
Ia menyebut Pemkot Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk mendukung rangkaian kegiatan MTQ Nasional. Namun, anggaran tersebut tidak hanya Pemkot gunakan untuk acara inti.
“Anggarannya Pemkot Semarang di sini Rp15 miliar. Tapi kan nanti ada beberapa kegiatan juga,” katanya.
Elly menilai berbagai kegiatan pendukung tersebut harapannya tidak sekadar menjadi pemanis acara. Kehadiran ribuan peserta dan tamu juga harus mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang.
Karena itu, momentum MTQ Nasional dapat bermanfaat bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, transportasi, jasa, pariwisata hingga usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Ini yang penting, perputaran ekonomi,” ujarnya. (*)





