Jateng

Persiapan MTQ Nasional Semarang Baru 90 Persen, Dewan Minta Semua Dikebut

×

Persiapan MTQ Nasional Semarang Baru 90 Persen, Dewan Minta Semua Dikebut

Sebarkan artikel ini
Persiapan MTQ Nasional Semarang Baru 90 Persen, Dewan Minta Semua Dikebut
Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan venue MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tinggal hitungan hari. Kota Semarang akan menjadi tuan rumah ajang nasional yang berlangsung 12-19 September 2026.

Di tengah persiapan tersebut, DPRD Kota Semarang meminta Pemkot tidak hanya mengejar kesiapan panggung dan acara utama MTQ Nasional.

Aspek penyambutan tamu, keamanan, kebersihan, parkir hingga promosi potensi daerah juga harus benar-benar mendapat perhatian.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menyampaikan hal itu setelah mengecek persiapan lokasi pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Simpang Lima, Kamis (10/9/2026).

Pengecekan dilakukan bersama anggota Komisi D, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang Elly Asmara dan perwakilan vendor.

Mualim mengatakan Pemkot menyampaikan bahwa persiapan MTQ Nasional saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, waktu menuju pembukaan yang semakin dekat membuat seluruh pekerjaan tersisa harus segera di tuntaskan.

“Yang jelas, dewan ingin memastikan seluruh persiapan bisa selesai dengan segera. Karena dalam waktu dekat ini di helat acara pembukaan dan rencananya akan hadir Presiden Prabowo Subianto di Simpang Lima,” ujar Mualim.

BACA JUGA: MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang Terbuka untuk Umum, Pemprov Siapkan 4 Videotron Buat Nobar Warga

Menurut dia, persiapan akhir tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Sebab, Semarang akan menjadi wajah Indonesia ketika ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah datang selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Salah satu yang menjadi sorotan Mualim adalah belum terlihatnya spanduk atau media penyambutan di sejumlah lokasi. Padahal, momentum tersebut bisa bermanfaat untuk memperkenalkan berbagai potensi Kota Semarang.

“Kami melihat sekilas memang belum ada spanduk atau poster di pasang untuk penyambutan tamu dari berbagai kota yang akan datang, dan peserta yang nantinya tinggal di Kota Semarang,” katanya.

Mualim meminta penyelenggara memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mengenalkan wisata religi, UMKM hingga kuliner khas Semarang.