JEPARA, beritajateng.tv – Persijap Jepara mulai menyusun fondasi keuangan secara serius demi menatap Liga 1 musim 2025/2026. Manajemen menilai pengelolaan dana menjadi kunci agar Laskar Kalinyamat mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Presiden klub, M Iqbal Hidayat, menegaskan bahwa target tim telah ditentukan bersama konsorsium dan sponsor. Langkah ini digunakan untuk merancang program dan strategi selama semusim penuh.
“Kami sudah berdiskusi soal target. Arahan dari sponsor dan investor akan membantu menyusun rencana klub,” ujar Iqbal, beberapa waktu yang lalu.
BACA JUGA: Persijap Jepara Rekrut Gelandang Argentina Alexis Gomez, Perkuat Lini Tengah Laskar Kalinyamat
Menurut Iqbal, keberhasilan pengelolaan pengeluaran operasional atau OpEx akan menjadi penentu kelangsungan klub. Termasuk merancang arus kas yang realistis sepanjang musim.
Selama ini, gaji pemain tetap terbayar lancar. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem keuangan tim berjalan sehat dan wajib terus demikian.
Terkait pemasukan, Persijap menggantungkan pada tiga sektor utama: penjualan tiket, hak siar, serta sponsor. Ketiganya menjadi tulang punggung utama anggaran klub.
Promosi ke Liga 1, kapasitas kandang Persijap malah turun
Namun, tantangan muncul akibat kapasitas Stadion Gelora Bumi Kartini yang berkurang usai renovasi. Dari awalnya 12 ribu penonton, kini hanya mampu menampung 8.500 orang, alias turun sekitar 30 persen.
“Saat play-off kemarin, penonton bisa tembus 18 ribu. Banyak yang tidak kebagian tiket. Kami harus naikkan harga tiket agar pemasukan tetap terjaga,” jelasnya.
Beban anggaran juga perkiraan meningkat seiring regulasi Liga 1 yang mewajibkan penggunaan delapan pemain asing. Persijap pun bersiap memenuhi kuota tersebut.
“Budget pasti naik. Tapi kami jalani saja. Kami sadar bahwa tantangan di Liga 1 memang lebih besar,” lanjut Iqbal.
BACA JUGA: Punggawa Tangguh Asal Brazil, Douglas Cruz Perkokoh Lini Belakang Persijap Jepara di Liga 1
Meski begitu, manajemen tak segan meniru praktik baik dari klub-klub mapan. Hal ini pihaknya anggap penting agar tata kelola klub terus berkembang secara profesional.





