SEMARANG, beritajateng.tv – Pertukaran pelajar secara virtual ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk saling mengenal kebudayaan antarnegara. Begitulah cara SDN Pedurungan Tengah 02 belajar bersama Minatomiraihoncho Elementary School, Yokohama, Jepang, dalam Exchange Meeting for SDGs Youth Action Project.
Sebanyak 60 siswa dari kelas 4 SDN Pedurungan 02 tampak memadati aula sekolah pada Kamis, 23 Januari 2025. Mereka dengan saksama mencermati layar yang tengah menampilkan bocah-bocah seusia mereka, tetapi berada di negeri Sakura sana.
Kepala SDN Pedurungan Tengah 02, Daryati, menuturkan bahwa pertukaran pelajar ini bermula dari program tawaran Dinas Pendidikan Kota Semarang pada April 2024 lalu.
Kala itu, siswanya mengirim gambar mengenai imajanasi kota impian di masa depan. SDN Pedurungan Tengah 02 kemudian terpilih menjadi sekolah yang akan melakukan pertukaran pelajar secara virtual.
BACA JUGA: Siswa Libur 2 Pekan Selama Ramadan 2025, Begini Tanggapan Orang Tua dan Sekolah
“Waktu itu kami mengirim gambar anak-anak tentang kota impiannya seperti apa. Seleksi berkelanjutan sampai di bulan Desember dan akhirnya terpilih dengan salah satu SD di Jepang,” katanya saat beritajateng.tv hubungi.
Daryati menyebut, tema dari pertukaran pelajar ini ialah tentang kota impian. Pihaknya dan SD di Jepang saling bertukar pengetahuan tentang kota impian di masa depan.
Lantaran di Jepang sering kali terjadi gempa, maka SD di Jepang mengangkat tema tentang bagaimana menangani gempa. SDN Pedurungan Tengah 02 mengambil program sekolah Adiwiyata dengan program-program yang sudah berjalan.
“Mereka tentang gempa, mulai dari cara penanganan dengan mengenakan kartu, komunikasi saat terjadi gempa, dan sebagainya. Kami mengangkat soal Adiwiyata, hal-hal yang kami sering lakukan, seperti pola hidup bersih, menanam, hemat air,” paparnya.
Tumbuhkan mimpi besar pada anak
Lebih lanjut, meski berlangsung secara virtual, Daryati berharap siswanya tetap memetik pengalaman berharga dari pertukaran pelajar ini. Salah satunya, yakni siswanya menjadi tahu dunia luar.
Ia mengisahkan, salah satu siswanya sempat merasa iri dengan fasilitas sekolah yang ada di Jepang. Menurut mereka, sekolah di Jepang memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dibanding di Indonesia.
“Kemarin sempat ada tayangan foto-foto sekolah Jepang ini bagus seperti hotel, lalu siswa nyeletuk, ‘Bu, sekolahnya bagus.’ Ya enggak apa-apa, mudah-mudahan dengan itu mereka punya mimpi keluar negeri,” cerita Daryati.
Ia pun berharap, dengan pertukaran pelajar ini, siswa SDN Pedurungan Tengah 02 bisa memahami kultur dan budaya antarnegara.
“Semoga bisa memotivasi anak-anak ke depannya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi dan berani bermimpi, termasuk belajar ke luar negeri,” harapnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





