Olahraga

PODSI Kabupaten Semarang Hadapi Porprov Jateng 2026 Tanpa Alat Dayung, Atlet Terpaksa Latihan Fisik Saja

×

PODSI Kabupaten Semarang Hadapi Porprov Jateng 2026 Tanpa Alat Dayung, Atlet Terpaksa Latihan Fisik Saja

Sebarkan artikel ini
kejurprov dayung
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025 telah menyelesaikan final nomor kayak, canoeing dan juga rowing, pada Jumat, 19 September 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Semarang, tengah bersiap untik menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII.

Bahkan cabang olahraga (cabor) dayung menjadi salah satu cabor yang bakal berlangsung di Kabupaten Semarang, pada Porprov Semarang Raya tahun 2026 tersebut.

Ironisnya, para atlet dayung PODSI Kabupaten Semarang menghadapi permasalahan minimnya sarana dan prasarana (sarpras) untuk mendukung program latihan para atlet.

Setidaknya ini disampaikan oleh Koordinator Sarpras PODSI Kabupaten Semarang, Koko Komarullah, saat beritajateng.tv konfirmasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu, 21 Januari 2026.

BACA JUGA: Usai Kejurprov Dayung, PODSI Kabupaten Semarang Matangkan Kesiapan Venue dan Atlet

Pata atlet dayung Kabupaten Semarang, jelasnya, saat ini harus di hadapkan dengan realitas minimnya alat, baik untuk latihan dan persiapan pertandingan di Porprov Jateng XVII 2026 nanti.

“Kontingen Kabupaten Semarang sudah di pastikan lolos, karena wild card sebagai tuan rumah. Sehingga, bisa langsung mengikuti ajang Poprov Jateng XVII 2026,” katanya.

Yang menjadi masalah, tim dayung PODSI Kabupaten Semarang sama sekali tidak memiliki alat dayung yang memadai. “Jangankan memadai, alatnya saja kami tidak punya,” tegasnya.

Sehingga dalam melakukan persiapan menghadapi Porprov 2026, para atlet dayung Kabupaten Semarang hanya mengandalkan latihan fisik tanpa melakukan layihan teknis.

“Karena kami tidak memiliki alat dayung. Maka latihan yang kami terapkan kepada para atlet dayung Kabupaten Semarang hanya latihan fisik saja yang kami pusatkan di wilayah Desa Bejalen,” tegasnya.

Koko menambahkan, usai Babak Kualifikasi (BK) Porprov (Pra Porprov) Jateng XVII di tahun 2025 lalu, PODSI Kabupaten Semarang hanya memiliki alat yang biasanya untuk naik turun ke perahu dan perlengkapannya saja.

Untuk mendukung prestasi para atlet dayung Kabupaten Semarang ini, Ketua PODSI Kabupaten Semarang rencananya akan membelikan peralatan dayungnya terlebih dulu.

Kadema ini harus ada penyesuaian dengan kemampuan. “Yang paling murah harganya namun standar digunakan untuk perlombaan itu ada dikisaran Rp 5 juta an,” jelas Koko.

Sebab, lanjutnya, perahu untuk standar kompetisi harganya ada di kisaran Rp 15 juta dan itu merupakan peralatan yang paling murah. Belum lagi perahu untuk kano single minimal ada di harga Rp 20 juta.

BACA JUGA: Timeline Lengkap Korea Open 2025, Mulai dari Babak Kualifikasi Hingga Final

Oleh karena itu, Koko berharap, ada keterlibatan pihak-pihak terkait seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Kabupaten Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Karenanini menjadi salah satu andalan Kabupaten Semarang untuk mendulang medali. “Terlebih semangat para atlet juga sedang berada pada puncaknya, karena Kabupaten Semarang akan menjadi tuan rumah,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp