Olahraga

Usai Kejurprov Dayung, PODSI Kabupaten Semarang Matangkan Kesiapan Venue dan Atlet

×

Usai Kejurprov Dayung, PODSI Kabupaten Semarang Matangkan Kesiapan Venue dan Atlet

Sebarkan artikel ini
atlet dayung Kabupaten Semarang
Para atlet Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kejurprov Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025 selesai dihelat Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Tengah di Bukit Cinta Rawapening, Kabupaten Semarang.

PODSI Kabupaten Semarang pun masih berkesempatan menyiapkan venue dan para atlet dayung. Yakni agar sukses sebagai tuan rumah cabor dayung maupun prestasi atlet pada Porprov Jawa Tengah 2026 mendatang.

Ketua PODSI Kabupaten Semarang, Yona, mengakui penyelenggaraan Kejurprov Dayung Babak Kualifikasi Porprov 2025 di Danau Rawapening pada 17-21 September 2025 masih perlu beberapa evaluasi.

Dari sisi persiapan venue penyelenggaraan Kejurprov, ia mengakui memang cukup mepet. Selain itu, para atlet juga menghadapi kendala alam seperti eceng gondok dan cuaca karena beberapa bari turun hujan.

BACA JUGA: Blora Kuasai Kejurprov Dayung 2025, Sabet 9 Emas di Danau Rawapening

Secara keseluruhan, PODSI Kabupaten Semarang tetap bisa sukses menyelenggarakan Kejurprov sekaligus babak kualifikasi Porprov Jawa Tengah XVII 2026 untuk cabor dayung.

“Alhamdulillah Kabupaten Semarang bisa menyajikan standar venue babak kualifikasi Porprov 2025,” katanya di Bukit Cinta Rawapening, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Minggu, 21 September 2025.

Maka itu, jelas Yona, evaluasi penyelenggaraan kali ini ada beberapa hal yang harus dibenahi. Terutama persiapan klante atau penyekat eceng gondok oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.

“Bahkan eksekusinya akan berlangsung bulan ini juga, dan semoga bisa berjalan lancar. Karena pemasangan klante ini sepanjang 2.000 meter untuk persiapan venue dayung Porprov Jawa Tengah 2026,” tuturnya.

Persiapan atlet dayung Kabupaten Semarang

Terkait persiapan atlet dayung Kabupaten Semarang, Yona menegaskan masih butuh penyesuaian. Sebab, pada umumnya masih latihan menggunakan dayung kayu dan belum terbiasa dengan dayung viber.

Menurutnya, hasil beberapa kategori lomba yang atlet-atlet dayung Kabupaten Semarang ikuti, yang jaraknya juga tak terlalu jauh dengan peserta lomba yang lain, menurutnya masih memberikan harapan.