SEMARANG, beritajateng.tv – Pada hari ke-9 Operasi Aman Candi 2025, sebanyak 290 tersangka premanisme telah pihak kepolisian tangkap di Jawa Tengah.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkap data tersebut terhitung semenjak sembilan hari pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025 atau per Rabu, 21 Mei 2025 kemarin.
Dari 290 tersangka, 268 orang merupakan laki-laki dan 22 orang perempuan. Data itu Artanto ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 22 Mei 2025.
“Terdata kemarin itu total ada 290 tersangka atau orang, terdiri dari 268 laki laki dan 22 perempuan. Dari 290 orang itu terdiri dari 186 kasus, saat ini sedang dilakukan proses penyidikan oleh Polda Jateng maupun polres jajaran,” terang Artanto.
BACA JUGA: Rawan Parkir Liar hingga Premanisme di Tempat Wisata, Ini Upaya Dinas Porapar Jateng
Artanto menuturkan, rata-rata kasus yang menjerat 290 tersangka itu ialah penipuan, penggelapan, pemerasan, penganiayaan, hingga melakukan kekerasan di muka umum
Saat disinggung kabupaten/kota dengan persentase kasus premanisme terbanyak, Artanto mengaku pihaknya masih melakukan pendataan.
Namun, kata dia, kasus premanisme rentan terjadi di kota maupun daerah besar di Jawa Tengah.
“Kabupaten/kota terbanyak sedang kami lakukan pendataan, pada saat akhir bulan akan kami sampaikan, pada prinsipnya kota besar pasti tinggi,” ungkapnya.
Dari ormas hingga residivis tertangkap sebagai tersangka premanisme
Lebih lanjut, Artanto mengungkap 290 tersangka itu berasal dari berbagai kelompok. Ia pun tak menampik ada oknum organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan tindak premanisme.
“Ada juga dari oknum ormas, ada dari masyarakat, terutama residivis juga ada,” ucapnya.
BACA JUGA: Tekan Angka Premanisme, Polres Blora Gelar Operasi Pekat, Juga Sasar Parkir hingga Balap Liar
Operasi terkait penjaringan premanisme itu akan berlangsung selama satu bulan. Jika perlu, Artanto mengungkap kemungkinan bakal memperpanjang Operasi Aman Candi 2025 ini.





