“Harapan kami, sistem lelang ini bisa mengoptimalkan PAD dan tetap memberi ruang kerja bagi masyarakat. Semua harus dirapatkan dan disepakati bersama agar pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan masalah,” ujarnya.
Yeyen, salah satu petugas parkir di Pasar Johar Basement mengaku belum mengetahui adanya informasi mengenai pergantian pengurus parkir.
“Belum tau informasinya. Saya masih narik seperti biasa. Rata-rata sehari bisa dapat Rp 75-100ribu sehari,” kata Yeyen.
Ia berharap bisa ikut dilibatkan jika nantinya perusahaan mengambil alih pengelolaan parkir di kawasan tersebut.
“Kalau diambil alih perusahaan pusing juga, bisa hilang pekerjaan. Harapannya, kalau pengurus baru bisa terlibat,” kata dia. Yeyen menyebut setiap hari menyetor Rp 30ribu kepada pengurus Masjid untuk retribusi.
Sementara itu, Andik, petugas parkir di Johar Tengah mengaku baru saja mulai hari pertama bekerja sebagai tukang parkir di Johar Tengah.
“Saya baru hari ini. Ikut mengelola saja. Baru mulai kerja hari ini,” kata Andik. (*)
Editor: Elly Amaliyah





