Niko juga mengakui senjata tajam yang ia gunakan dalam tawuran ia beli melalui media sosial Instagram dengan harga Rp350 ribu, hasil dari iuran anggota. Sebagian besar anggota Kokar 411 adalah pengangguran dan putus sekolah.
“Kami membeli senjata memang untuk tawuran. Kami juga menunggu tantangan dari kelompok lain,” tandas Niko. (*)





