Saat ini penyidik masih mendalami motif dari peristiwa pengeroyokan tersebut, termasuk tuduhan pelecehan yang menjadi pemicu awal kejadian.
“Ini makanya kami akan dalami motifnya. Nanti setelah semuanya jelas akan kami sampaikan lebih lanjut,” pungkas Andika.
Undip Benarkan Ada Laporan 3 Mahasiswi
Sebelumnya, Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, membenarkan adanya laporan tiga mahasiswi yang mengalami pelecehan seksual oleh Arnendo.
Nurul menyebut, Arnendo telah tiga mahasiswi tersebut laporkan terkait dugaan pelecehan.
“Ya, kami menerima laporan dari pihak dekanat bahwa yang bersangkutan dugaannya melakukan pelecehan terhadap tiga mahasiswi,” ujar Nurul, Rabu, 4 Maret 2026.
Nurul menjelaskan dalam laporan tersebut disebutkan Arnendo telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal ini yang kemudian disebut menjadi pemicu kemarahan dari teman-temannya.
BACA JUGA: Kronologi Kasus Arnendo Undip: Tuduhan Lecehkan Mahasiswi Namun Tak Mengaku
“Laporan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah mendapat peringatan berkali-kali, namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari teman-temannya,” jelasnya.
Kendati begitu, pihak kampus menyayangkan tindakan main hakim sendiri oleh sesama mahasiswa. Undip menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan, tidak dapat ditoleransi dan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak kampus juga menyatakan akan memberikan pendampingan dan perlindungan kepada korban dugaan pelecehan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





