DEMAK, beritajateng.tv – Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Demak bergerak cepat menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang guru terhadap muridnya di dalam kelas.
Peristiwa ini terjadi di SMP Negeri 1 Karangawen, Kabupaten Demak, dan menghebohkan publik usai videonya menyebar luas di media sosial.
Tim gabungan dari Unit PPA Polres Demak dan Unit Reskrim Polsek Karangawen telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Daftar SMA/SMK Swasta Gratis di Demak dan Jepara, Khusus Bagi Siswa Tak Mampu
Pemeriksaan berlangsung terhadap sejumlah saksi, termasuk korban berinisial G.A., usai keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Siswa lain mengaku pernah ditendang guru WD di sekolah Demak
Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Kuseni, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, pihaknya menemukan adanya unsur penganiayaan yang oknum guru berinisial W.D. lakukan terhadap siswa G.A.
Selain itu, seorang murid lain berinisial I.B. juga mengaku pernah mengalami tindakan serupa dari guru tersebut.
“Pemeriksaan kami lakukan berdasarkan video viral yang beredar. Sementara ini, prosesnya masih sebatas klarifikasi. Namun kami sudah mengantongi indikasi kuat adanya penganiayaan,” jelas AKP Kuseni, Rabu, 11 Juni 2025.
Meski begitu, Kuseni menegaskan bahwa sebelum menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan. Pihaknya terlebih dahulu menawarkan jalur mediasi dan upaya restorative justice atau penyelesaian damai antara pihak korban dan pelaku.
BACA JUGA: Tahun Ini 65 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Wamensos Rekrut Guru hingga Kepala Sekolah
Sebagai informasi, video berdurasi 26 detik yang direkam oleh salah satu siswa itu menunjukkan aksi kekerasan guru yang naik ke atas meja dan menendang muridnya beberapa kali di dalam kelas.
Aksi ini terjadi pada Selasa pagi dan langsung menyulut kemarahan publik, terutama di kalangan orang tua siswa dan warganet.





