AKP Jumani menyebut, perawat masih melihat Ayudiah menggunakan telepon genggam sekitar tengah malam setelah operasi. Pada sekitar pukul 03.00 WIB, Ayudiah terlihat sudah tertidur.
Namun, pada Rabu, 28 Oktober 2026 pagi sekitar pukul 05.30 WIB, Ayudiah ԁiduga telah meninggal dunia.
“Pada pukul 24.00 perawat masih melihat korban bermain HP. Kemudian pada pukul 03.00 korban terlihat sudah tertidur dan paginya di hari Rabu pukul 05.30 korban ԁiduga sudah tidak ada,” jelasnya.
BACA JUGA: KONI Blora Soroti Porprov Jateng XVII 2026, Atlet Punya Hambatan
Penyebab Kematian Masih Didalami
AKP Jumani mengatakan, sebelum ԁibawa ke rumah sakit, Ayudiah mengalami cedera pada jari tengah tangan kiri hingga mengalami perdarahan. Atlet tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi.
Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian Ayudiah maupun memastikan ada atau tidaknya dugaan kelalaian dalam penanganan medis.
“Namun oleh rumah sakit ԁilakukan tindakan operasi dan hal tersebut masih kami lakukan pendalaman melalui penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Polrestabes Semarang turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ayudiah. Ia menyebut atlet tersebut merupakan salah satu putri berprestasi yang mewakili Kota Semarang dalam ajang olahraga tingkat Jawa Tengah.
“Kami turut berduka cita secara mendalam atas meninggalnya atlet kami, perwakilan dari Kota Semarang, yang merupakan anak berprestasi,” pungkas AKP Jumani. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





