SEMARANG, beritajateng.tv – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora, mengatakan, banyak perjalanan kontingen selama Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) XVII 2026 terdapat berbagai dinamika.
Selain capaian yang membanggakan dari Kontingen Blora, terdapat pula sejumlah kendala yang harus para atlet hadapi ketika menjalani pertandingan.
“Di antaranya atlet yang terkendala aturan pertandingan. Atlet pencak silat yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ada atlet menembak yang mengalami sakit, sehingga tidak dapat menyelesaikan pertandingan meski berpeluang meraih medali,” katanya dalam ramah tamah bersama Wakil Bupati Blora, dan kontingen, di Semarang, Rabu, 28 Oktober 2026.
Akan tetapi, kata dia, semangat para atlet untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Blora tetap menjadi perhatian utama. Setiyono mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang terus berupaya meraih prestasi di tengah berbagai tantangan.
BACA JUGA: TKD Dipangkas, Pemkab Gresik Belajar Tata Kelola PI Migas 10 Persen ke Blora
Dia berkata, Kontingen Blora telah mengumpulkan 25 medali emas. Tim masih berpeluang menambah perolehan melalui sejumlah nomor final yang terjadwal berlangsung hingga akhir kompetisi.
Sebagai contoh, Setiyono mengatakan, cabang olahraga dayung turut memberikan kontribusi penting terhadap perolehan medali Blora.
Setiyono mengatakan, atlet dayung telah mengoleksi 10 medali emas, dengan pertandingan lanjutan yang masih berpotensi menambah raihan kontingen.
Setiyono berharap para atlet yang masih bertanding dapat menjaga kondisi fisik dan mental. Tujuannya agar mampu menyelesaikan kompetisi dengan hasil maksimal.
Sarana dan Pembinaan Jadi Perhatian
Di balik perjuangan atlet di arena pertandingan, Setiyono menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana olahraga, pembinaan berkelanjutan, serta perhatian terhadap kebutuhan atlet.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu atlet. Akan tetapi juga dari pengaruhi ketersediaan fasilitas latihan, dukungan pemangku kepentingan, dan kesiapan mental saat bertanding.





