Peristiwa

Portal Jerakah Semarang Ambruk Lagi, Sudah 4 Kali Ditabrak Truk: Sopir Berdalih Ikuti Google Maps

×

Portal Jerakah Semarang Ambruk Lagi, Sudah 4 Kali Ditabrak Truk: Sopir Berdalih Ikuti Google Maps

Sebarkan artikel ini
Portal Jerakah Semarang Ambruk Lagi, Sudah 4 Kali Ditabrak Truk: Sopir Berdalih Ikuti Google Maps
Tangkap layar Portal Jerakah Semarang roboh akibat dihantam truk besar. (Ellya/beritajateng.tv)

Mimin mengaku dalam perjalanan dari Jakarta menuju kawasan industri Candi Krapyak, Semarang. Ia baru pertama kali melintas di jalur tersebut sehingga tidak mengetahui keberadaan portal.

“Saya dari Jakarta mau ke kawasan Candi Krapyak,” kata Mimin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Mimin mengatakan dirinya fokus mencari arah karena belum mengetahui jalur menuju lokasi tujuan.

Ia mengaku tidak menyadari keberadaan portal pembatas ketinggian sebelum terjadi benturan.

“Enggak tahu, soalnya lagi fokus lihat Google Maps. Arahnya ke situ,” ujarnya.

Mimin menjelaskan telepon seluler tidak sedang dipegang ketika mengemudi. Ponsel diletakkan di jok kendaraan, sedangkan dirinya melihat petunjuk arah.

Namun, ia baru menyadari keberadaan portal setelah truk menabrak bagian atasnya.

“Itu pas sudah nabrak, saya baru melihat ada petugas,” katanya.

Akibat benturan tersebut, portal mengalami kerusakan parah. Kendaraan yang dikemudikan Mimin juga mengalami kerusakan pada bagian spion dan salah satu batang kendaraan.

“Kendaraan cuma spion saja yang pecah sama batangnya patah,” ujarnya.

Sopir Kena Tilang dan Wajib Ganti Portal

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan memastikan pengemudi mendapat sanksi. Selain tilang, sopir juga wajib bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas publik tersebut.

Danang mengatakan pengemudi telah di amankan untuk meminta keterangan. Penanganan selanjutnya yakni koordinasikan dengan kepolisian setempat.

“Pasti yang pertama di tilang. Karena tadi si pengendara ini dia sambil menggunakan handphone. Alasannya pakai aplikasi Google Maps,” kata Danang.

Menurut Danang, penggunaan telepon seluler saat mengemudi tidak dapat menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan dan rambu lalu lintas.

Ia juga menegaskan pengemudi harus mengganti portal yang rusak. Fasilitas tersebut terpasang untuk membatasi kendaraan dengan ketinggian tertentu sekaligus menjaga keamanan pengguna jalan.

“Yang kedua, dia harus ganti. Karena itu kan alat negara yang kita gunakan untuk pembatasan muatan di situ dan untuk keamanan. Yang dirusak harus diganti,” ujarnya.

Portal Pembatas Jerakah Empat Kali Roboh