Danang mengungkapkan portal Jerakah sudah empat kali roboh akibat ditabrak kendaraan. Kondisi tersebut menunjukkan persoalan di lokasi itu bukan sekadar insiden tunggal.
Dinas Perhubungan kini kembali menghadapi pekerjaan untuk memperbaiki fasilitas yang seharusnya berfungsi sebagai pengaman dan pembatas kendaraan.
Dalam kejadian terbaru, unsur penggunaan telepon seluler saat berkendara menjadi perhatian. Pengemudi diduga lebih fokus pada navigasi digital dibandingkan memperhatikan kondisi jalan dan rambu yang tersedia.
“Segera kita betulkan itu,” kata Danang.
Namun, perbaikan portal saja tidak cukup jika pelanggaran terus berulang. Pemerintah perlu memastikan informasi mengenai batas ketinggian terlihat jelas dari jarak yang cukup jauh, sementara pengemudi juga wajib membaca rambu sebelum mengambil keputusan melintas.
Kasus di Jerakah menjadi pengingat bahwa teknologi navigasi tidak selalu mengetahui seluruh pembatasan fisik di jalan. Google Maps dapat membantu menemukan tujuan, tetapi rambu lalu lintas tetap menjadi acuan utama ketika kendaraan berada di jalan.
Empat kali portal roboh di lokasi yang sama juga menjadi sinyal bahwa keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas. Kepatuhan pengemudi dan kewaspadaan saat berkendara tetap menjadi faktor utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)




