Jateng

PRPP Terancam Gulung Tikar, Ahmad Luthfi: Untuk Apa Pelihara BUMD Kalau Tidak Menghasilkan?

×

PRPP Terancam Gulung Tikar, Ahmad Luthfi: Untuk Apa Pelihara BUMD Kalau Tidak Menghasilkan?

Sebarkan artikel ini
ahmad luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis, 2 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengancam akan menutup badan usaha milik daerah (BUMD) yang terus mengalami kerugian.

Luthfi menuturkan, keberadaan BUMD seharusnya menjadi penopang pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bukan justru membebani keuangan daerah. Pernyataan tersebut Luthfi sampaikan saat rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia mengatakan evaluasi terhadap seluruh BUMD terus dilakukan melalui monitoring dan evaluasi setiap triwulan, khususnya dari aspek keuangan.

“Evaluasi kinerja BUMD dilakukan melalui monitoring dan evaluasi triwulan terhadap aspek keuangan. BUMD kita ini adalah salah satu aspek untuk menyehatkan pemasukan daripada Pemprov Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Luthfi menegaskan, BUMD yang terus merugi tidak boleh terus dipertahankan apabila tidak mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“BUMD kita yang rugi sudah saya ancam untuk gulung tikar. Untuk apa kita memelihara BUMD kalau tidak menghasilkan?” tegasnya.

BACA JUGA: Perkuat Ekonomi Lintas Wilayah, Bank Jateng Jalin Sinergi Strategis dengan Perbankan dan BUMD Aceh

Luthfi kemudian menyinggung PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah sebagai salah satu contoh BUMD yang hingga kini masih mengalami kerugian.

“Contoh misalkan PRPP, rugi terus. Lah buat opo rugi duwe perusahaan? Tutup aja bikin perusahaan lain. Cuma kendalanya peraturannya yang susah,” kata dia.

Pembenahan BUMD, kata dia, menjadi salah satu kewajiban pemerintah daerah agar aspek keuangan, operasional, administrasi, hingga tata kelola perusahaan daerah menjadi lebih sehat.

“Lah, ini yang menjadi kewajiban kita agar seluruh aspek keuangan, kemudian aspek operasional, administrasi, tata kelola BUMD kita harus sehat untuk menopang pemasukan APBD Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Rugi Sejak 2024, Pemprov Pilih Sehatkan Ketimbang Tutup PRPP

Usai rapat paripurna, Luthfi menjelaskan bahwa hingga saat ini hanya PRPP yang masih mencatatkan kinerja merugi. Kendati begitu, Pemprov Jawa Tengah belum berencana menutup perusahaan daerah tersebut.

“Ada satu yang rugi PRPP dan ini sudah kami lakukan. PRPP ini tidak hanya untuk event Maerakaca. Ini sudah bikin Jateng Fair dan lain sebagainya,” terang Luthfi

Saat ditanya sejak kapan PRPP mengalami kerugian, Luthfi menyebut kondisi tersebut sudah terjadi bahkan sejak dirinya mulai menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

“Sejak saya masuk sudah rugi. Berarti 2024 sudah rugi,” ujarnya.

Meski sempat menyampaikan ancaman penutupan BUMD yang merugi, Luthfi menegaskan langkah tersebut belum akan diterapkan kepada PRPP.

Sebaliknya, Pemprov Jawa Tengah masih berupaya menyehatkan perusahaan daerah tersebut melalui perbaikan tata kelola hingga pengembangan kawasan.

“Belum, belum. Masih kita sehatkan. Kita lagi upaya untuk kita sehatkan kembali dengan cara bikin tata kelola, kemudian bikin event, kemudian kita bangun lagi terkait dengan velodrome atau Jawa Tengah Sport Center,” jelasnya.

Siapkan Velodrome hingga Sport Center di Lahan 20 Hektare

Sebagai bagian dari upaya menyehatkan PRPP, Pemprov Jawa Tengah kini mulai mencari investor untuk mengembangkan aset yang perusahaan tersebut miliki.

Luthfi mengatakan kawasan PRPP masih memiliki lahan sekitar 20 hektare yang akan dikembangkan menjadi pusat olahraga sekaligus kawasan baru yang menjadi warisan pembangunan Provinsi Jawa Tengah.

“Di PRPP ini ada tanah sekitar 20 hektare. Memang sekarang lagi kita carikan investor untuk menjadi legacy-nya Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya menghadirkan velodrome, tetapi juga berbagai fasilitas olahraga lain.

“Kita akan bangun velodrome, baik itu untuk basket, kemudian futsal, kemudian kegiatan-kegiatan lain, termasuk sport center-nya yang nanti akan kita connect-kan dengan POJ (Pearl of Java),” ujar Luthfi.

Pembangunan tersebut ia harapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas PRPP sehingga tidak lagi membebani keuangan daerah. Kendati begitu, hingga saat ini Pemprov Jawa Tengah belum menetapkan target waktu realisasi proyek tersebut karena masih dalam tahap pencarian investor.

“Dan ini lagi kita carikan investor sehingga PRPP nanti tidak rugi-rugi terus, ini lagi nyari, belum ada target. Ini nyari investor belum ada,” ungkapnya.

Saat ditanya besaran kerugian yang dialami PRPP, Luthfi mengaku belum mengetahui angka pastinya.

“Nanti biar diaudit. Ruginya yang tahu dinas,” ujar Luthfi singkat.

Luthfi Sebut Jateng Fair sebagai Etalase Jawa Tengah

Dalam kesempatan yang sama, Luthfi juga menegaskan keberadaan Jateng Fair tetap menjadi salah satu aktivitas penting yang berlangsung di kawasan PRPP.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan etalase yang memperlihatkan berbagai potensi dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

“Jateng Fair itu adalah miniaturnya, etalasenya Provinsi Jawa Tengah. Karena seluruh kabupaten kota muncul di sana,” ujarnya.

BACA JUGA: Dana Transfer Daerah Dipangkas Pusat, Komisi II DPR RI Minta Jateng Berdikari Lewat BUMD

Ia mengatakan Jateng Fair tidak hanya menampilkan produk-produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang promosi inovasi serta kebudayaan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.

“Di situ ada produk inovasi, kemudian di situ ada budaya seperti pesta rakyat dan lain sebagainya,” katanya.

Oleh sebab itu, Luthfi berharap masyarakat memanfaatkan penyelenggaraan Jateng Fair sebagai sarana mengenal potensi Jawa Tengah sekaligus mendukung geliat ekonomi daerah.

“Makanya masyarakat Jawa Tengah rugi kalau enggak datang ke Jateng Fair,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp