ACEH, beritajateng.tv – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) resmi memperkuat perannya dalam pembangunan ekonomi nasional melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Aceh.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Jateng untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lintas wilayah yang berkelanjutan.
Sinergi besar ini ԁikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang ԁisaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh, Jumat, 24 April 2026.
Kolaborasi ini tidak hanya mencakup sektor perbankan, tetapi juga mendukung ekosistem usaha di bidang energi, industri, hingga agribisnis.
Dalam kesepakatan tersebut, Bank Jateng berperan sentral dalam penguatan sektor keuangan melalui kolaborasi dengan Bank Syariah Aceh.
BACA JUGA: Bank Jateng Ukir Prestasi, Anna Kusumarita Raih The Most Outstanding Women in Banking Industry 2026
Sinergi perbankan ini ԁiharapkan mampu memfasilitasi transaksi bisnis dan pembiayaan bagi para pelaku usaha dari kedua provinsi. Sekaligus menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan kokoh.
Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan momentum penting bagi Bank Jateng untuk memperluas kemitraan strategis di luar Pulau Jawa.
Menurutnya, Aceh memiliki potensi ekonomi yang luar biasa yang dapat ԁisinergikan dengan kekuatan ekonomi Jawa Tengah.
“Kami memandang kolaborasi ini sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi kedua daerah. Bank Jateng berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan finansial yang optimal serta solusi perbankan yang inovatif. Yakni guna mendukung geliat bisnis antara pelaku usaha Jawa Tengah dan Aceh,” ujar Bambang Widyatmoko dalam keterangannya.
Sinergi Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh
Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa sinergi antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh akan berfokus pada penguatan kapasitas daerah serta mempermudah akses investasi.





