Olahraga

PSIS Semarang Terancam Degradasi, Lima Laga Terakhir Jadi Penentu Nasib

×

PSIS Semarang Terancam Degradasi, Lima Laga Terakhir Jadi Penentu Nasib

Sebarkan artikel ini
PSIS Degradasi Liga | PSIS FIFA | PSIS PSS Barito
Salah satu pemain PSIS Semarang meringis kesakitan sewaku laga melawan PSS Sleman, Selasa, 17 Desember 2024. (Foto: Instagram/@psisfcofficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang menghadapi ujian terberat sepanjang musim 2024-2025. Hanya menyisakan lima pertandingan, perjuangan skuad Mahesa Jenar semakin mendekati titik nadir.

Kini, PSIS tertahan di posisi ke-16 klasemen sementara. Dengan koleksi 25 poin dari 29 laga, mereka hanya unggul tipis dari zona degradasi. Situasi ini diperparah oleh rentetan hasil buruk tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir.

Dalam sembilan laga tersebut, PSIS mencatat lima kekalahan dan empat hasil imbang. Serangan tumpul serta pertahanan rapuh menjadi sorotan utama. Baru mencetak 24 gol dan kebobolan 39 kali, catatan ini mencerminkan krisis di kedua lini.

BACA JUGA: Jelang Lawan Borneo FC, Tiga Pemain Inti PSIS Semarang Pulih dari Cedera, Siap Bela Mahesa Jenar

Kekalahan atas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim membuat luka semakin dalam. Kini, setiap laga tersisa harus dimaksimalkan. PSIS akan menjamu Borneo FC, PSS Sleman, dan Barito Putera di Stadion Jatidiri. Tiga laga kandang ini menjadi penentu nasib.

Sementara itu, pelatih PSIS Gilbert Agius tetap menyalakan optimisme. “Jika ingin bertahan di Liga 1, harus bertarung hingga akhir. Percaya bisa keluar dari zona merah,” tuturnya.

Tantangan berat menanti dalam dua laga tandang melawan Bali United dan Malut United. Kedua tim dikenal kuat saat bermain di kandang. Kedisiplinan dan konsentrasi penuh jadi kunci mencuri poin dari lawatan tersebut.

BACA JUGA: Gilbert Agius Sebut PSIS Semarang Idap Penyakit yang Bikin Kalah Melulu, Ini Sumber Masalahnya

Laga melawan PSS Sleman dan Barito Putera, yang juga sedang berjuang selamat, akan menjadi duel krusial. Dukungan suporter di Jatidiri bisa menjadi pembeda saat semangat mulai goyah.

PSIS wajib menang minimal tiga laga jika ingin menjaga asa bertahan. Jika gagal, pintu degradasi akan terbuka lebar. Kini, pertarungan hidup mati itu menunggu jawaban di lima laga tersisa. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp