Toni berharap pemerintah Indonesia mendukung perusahaan-perusahaan yang berinkubasi. “Seperti kami, kami kan semua produk ciptaan kami dan kami tidak meniru produk orang lain. Mungkin di Indonesia cuman satu yang seperti kita, semua produk ciptaan sendiri tidak ada di pasar yang memiliki produk seperti kita,” ujarnya.
Oleh itu, Toni Lay meminta DPR RI untuk mendorong pemerintah supaya lebih cepat mendukung kemandirian obat nasional.
“Kalau tidak nanti ditangkap oleh negara luar, karena negara luar sangat aktif kalau perusahaan ini punya obat antivirus dia langsung samperin, kamu investasi disini dengan kemudahan diberikan semua. Cuma karena kami kan Bangsa Indonesia, kami tidak kenal Vietnam atau Singapura dan kami memilih berinvestasi di Indonesia saja,” harapnya.
Saat ini pabrik yang baru berjalan milik PT Biotek Farmasi Indonesia yang berada di Pulogadung, DKI Jakarta. “Saat ini kami sedang membangun pabrik di Brebes, nantinya pabrik di Brebes ini bukan menjadi pabrik kedua namun jadi pabrik induk. Kami dari awal maunya di Brebes, karena kami telah melakukan riset dan Jateng ini jauh lebih adem,” kata Toni. (Ak/El)





