Politik

Puji KomandanTe Stelsel, Puthut EA: Sehancur Apa Jateng Kalau Bambang Pacul Bukan Komandan Tempurnya?

×

Puji KomandanTe Stelsel, Puthut EA: Sehancur Apa Jateng Kalau Bambang Pacul Bukan Komandan Tempurnya?

Sebarkan artikel ini
Puthut EA
Puthut EA dalam podcast Total Politik pada Senin, 5 Mei 2025. (Foto: YouTube/Total Politik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Podcast Total Politik baru-baru ini menghadirkan diskusi menarik perihal isu politik, salah satunya di Jawa Tengah. Puthut EA, seorang penulis sekaligus “kepala suku” media Mojok, menjadi narasumbernya.

Puthut membedah peran sentral politikus Bambang “Pacul” Wuryanto dalam mengamankan dominasi PDI Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah pada Pemilu 2024 lalu.

Menurutnya, posisi Bambang Pacul sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah sangatlah strategis. Tanpa kepemimpinan kuat darinya, kata Puthut, wilayah yang selama ini masyhur sebagai “kandang banteng” bisa saja kehilangan kekuatannya.

BACA JUGA: Respons Tarif Impor 32 Persen Donald Trump, Wakil Ketua MPR RI Bambang Pacul: Itu Pertempuran Atas

“Pernah enggak orang berani berpikir bagaimana seandainya [pemilihan di] Jawa Tengah tidak dipimpin Pak Bambang Pacul?” tanya Puthut EA. “Akan sehancur apa Jawa Tengah?”

Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan PDIP dalam Pilkada 2024 juga tak lepas dari pendekatan strategi KomandanTe Stelsel inisiasi Bambang Pacul.

BACA JUGA: Respons Ajakan Konsolidasi Bangun Jateng, Bambang Pacul Komitmen Dukung Kepala Daerah

“Bagaimana seandainya Pak Bambang Pacul bukan komandan tempur di Jawa Tengah sebagai kandang banteng? Apa enggak lebih porak-poranda? Sistem KomandanTe Stelsel itu luar biasa,” jelasnya lebih lanjut.

Puthut menyoroti bagaimana strategi tersebut berhasil meredam potensi kanibalisme politik yang sering muncul dalam sistem liberal.

BACA JUGA: Bukan Infrastruktur, Bambang Pacul Sebut Investasi SDM jadi Tantangan Utama Jateng

Menurutnya, pertarungan antarcalon sering kali justru menghancurkan kekuatan partai dari dalam.

“Karena pertanyaan paling mengganggu di dalam politik kita yang liberal itu gimana partai bisa mengatur supaya antaranggota atau calon legislatif tidak saling kanibal,” terang Puthut. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp