Indepth

Puluhan Ribu TPK Siap Sukseskan Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, DP3AP2KB: Jateng Punya Program Serupa

×

Puluhan Ribu TPK Siap Sukseskan Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, DP3AP2KB: Jateng Punya Program Serupa

Sebarkan artikel ini
Relawan AksiBagi Makan Siang Gratis
Chef Fahrur Rosidi mendemontrasikan dan melakukan simulasi menu sehat, bergizi dan terjangkau program makan siang gratis Prabowo-Gibran di Semarang, Senin, 15 Januari 2024. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebulan jelang Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, dilantik, sebanyak 83.802 lebih Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Jawa Tengah siap menyukseskan program makan siang gratis.

Adapun program makan siang gratis itu menjadi usungan Prabowo-Gibran selama menjabat 2024 hingga 2029 nanti.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah memastikan kesuksesan program makan bergizi gratis tersebut.

Hal itu terungkap oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Advokasi Komunikasi, Informasi, Edukasi DP3AP2KB saat beritajateng.tv hubungi via sambungan WhatsApp, Jumat, 13 September 2024.

BACA JUGA: Heboh Dugaan Akun Lawas Gibran di Medsos Nyinyir Prabowo, Pendiri Kaskus Kini Buka Suara

Yuli mengungkap, sebelumnya Jawa Tengah telah memiliki program yang hampir serupa, yaitu gerakan kembali ke meja makan.

Secara khusus, kata Yuli, untuk program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran, Pemprov Jawa Tengah akan melibatkan TPK.

“TPK itu kan ada tiga unsur ya, ada kader KB (keluarga berencana) jumlahnya 9.000 di Jateng, kemudian PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) dan tenaga kesehatan. Satu desa itu ada yang lebih dari satu TPK karena cakupannya luas; kalikan saja desanya 8.600,” ujar Yuli.

Masih tunggu arahan pusat soal program makan siang gratis

Kendati demikian, Yuli menyebut belum ada persiapan khusus. Alasannya, pihaknya masih menunggu arahan dari pusat soal program yang digadang-gadang untuk mengatasi masalah kemiskinan dan stunting tersebut.

Sebab, kata Yuli, kewenangan program tersebut berada di pemerintah pusat.

Namun, Yuli mengaku sudah berkomunikasi dengan Persatuan Ahli Gizi (Persagi). Nantinya, para ahli gizi akan terlibat dalam penentuan menu-menu makan yang dapat mencegah anak-anak terkena stunting.

“Sekarang mungkin tupoksi (tugas pokok dan fungsi) ada menteri sendiri kan. Nanti mungkin ada dinas ahli gizi kita libatkan ahli gizi. Persagi kemarin hanya rasa-rasan saja bahwa kemungkinan dilibatkan di dalam menentukan menu-menu,” ungkap Yuli.

BACA JUGA: Fufufafa Betulan Gibran? Roy Suryo: Saya Berani Pastikan 100% Bisa Cek di Server Kaskus Indonesia

DP3AP2KB optimistis makan bergizi gratis mampu tangani stunting

Lebih lanjut, Yuli optimistis program makan bergizi gratis yang berimbang dengan edukasi dapat menurunkan angka stunting di Jawa Tengah.

Sebab, kata dia, selama ini stunting bukan hanya berkaitan dengan kemiskinan, melainkan juga soal perilaku.

Ia pun mengaku optimistis, namun ia akan memetakan lebih lanjut lantaran tak semua kasus stunting penyebabnya ialah kemiskinan.

“Sebetulnya titik penekanan nanti kami akan petakan lebih terperinci lagi, karena tidak semua orang yang stunting itu penyebabnya adalah karena kemiskinan. Tetapi, ada juga yang sebabnya perilaku kebiasaan makan kurang sehat,” tandas Yuli. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp