“Jadi seluruh daerah ada investasi-investasi untuk melakukan pengembangan wilayah. Jadi, daerah bupati/walikota harus punya daerah investasi atau pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Ia mencontohkan, masing-masing daerah dapat menyiapkan luasan lahan yang berbeda sesuai potensi wilayahnya.
“Contoh misalkan Demak punya 50 hektare. Contoh misalkan Cilacap ada 20 hektare. Tergantung wilayahnya masing-masing, nggih,” pungkas Luthfi. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





